Corona, KMI Tunda Peluncuran dan Pre-order Kawasaki Ninja ZX-25R

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasaki Ninja ZX-25R yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Kawasaki Ninja ZX-25R yang dipamerkan di Tokyo Motor Show 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memutuskan menunda peluncuran perdana di dunia Kawasaki Ninja ZX-25R yang rencananya dilaksanakan pada April 2020. Pembatalan agenda ini berkaitan dengan wabah Virus Corona yang masih melanda di Indonesia dengan pasien mencapai lebih dari 1.000 orang hingga Jumat 27 Maret 2020.

    "Dikarenakan Wabah COVID-19, kami mengumumkan pembatalan untuk memajang displau Ninja ZX-25R di Kawasaki Abdul Muis pada tanggal 4 April 2020," dalam penjelasan resmi di akun instagram @kawasaki_indonesia.

     
     
     
    Lihat postingan ini di Instagram
     
     

    Dengan berat hati kami informasikan penundaan rilis Ninja ZX-25R, termasuk penundaan Pre-order/indent.

    Sebuah kiriman dibagikan oleh Kawasaki Motor Indonesia (@kawasaki_indonesia) pada

    Tak hanya penundaan peluncuran, Kawasaki juga melakukan penundaan pemajangan Kawasaki Ninja ZX-25R. Tentu alasannya bahwa produk ini adalah produk revolusioner dengan jumlah peminat maupun mereka yang ingin sekadar tahu. Sehingga ada kemungkinan akan menghadirkan massa yang cukup besar.

    Kawasaki Ninja ZX-25R. Sumber: young-machine.com

    Dalam penjelasannya, Kawasaki menyebutkan bahwa penundaan ini adalah bentuk dan komitmen Kawasaki untuk menaati ajuran pemerintah soal social and physical distancing di masyarakat. "Kami berharap seluruh pecinta Kawasaki dapat mengerti dan tetap menunggu produk yang telah dinanti ini," tulisnya.

    Dalam pengumuman tersebut adalah merupakan penjelasan langsung dari Kentaro Takeshita, Division Head Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) dan Michael Chandra Tanadhi Head Sales & Promotion KMI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.