Darurat Corona, Produsen Mobil Ini Bikin Masker dan Ventilator

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas medis tengah merawat seorang pasien yang terjangkit virus Corona secara intensif di rumah sakit San Raffaele di Milan, Italia, 27 Maret 2020. Pada Kamis (26/3/2020), Italia mencatat jumlah kematian akibat virus corona di Italia menjadi 8.165 orang. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Sejumlah petugas medis tengah merawat seorang pasien yang terjangkit virus Corona secara intensif di rumah sakit San Raffaele di Milan, Italia, 27 Maret 2020. Pada Kamis (26/3/2020), Italia mencatat jumlah kematian akibat virus corona di Italia menjadi 8.165 orang. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen dan pemasok mobil di seluruh dunia meningkatkan produksi mesin perawatan kesehatan - mulai dari masker hingga sistem ventilator canggih - untuk membantu memerangi virus corona di Amerika Utara, Eropa dan Asia.

    Berikut adalah beberapa yang diumumkan oleh beberapa perusahaan.

    General Motors

    General Motors mengatakan akan bermitra dengan Ventec Life Systems yang berbasis di Washington untuk membuat ventilator di pabrik GM di Kokomo, Indiana, yang merupakan pabrik komponen listrik pada April 2020. Targetnya produksinya, 10.000 hingga 200.000 unit per bulan.

    GM juga akan membuat masker bedah di fasilitas Warren, Michigan, mulai awal April dan meningkatkan hingga 50.000 masker per hari. Perusahaan mengklaim bisa menggandakan produksi jika diperlukan. 

    Ford

    Ford Motor mengatakan akan bermitra dengan GE Healthcare untuk memperluas produksi ventilator GE, sambil mengembangkan desain yang disederhanakan yang dapat dibangun oleh Ford di salah satu pabriknya.

    Ford juga mengatakan akan bekerja sama dengan 3M Co untuk meningkatkan produksi respirator 3M, sementara juga mengembangkan model yang lebih sederhana untuk dibangun di pabrik Ford. Produsen mobil itu mengatakan mungkin membuat pelindung wajah bagi responden pertama untuk digunakan dengan masker respirator N95 di pabrik Michigan. Pabrik ini disebut memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 per minggu.

    Toyota

    Toyota Motor Corp mengatakan sedang menyelesaikan kesepakatan dengan setidaknya dua perusahaan untuk membantu meningkatkan produksi ventilator dan respirator. Mereka mengharapkan untuk mulai memproduksi pelindung wajah cetak-3D yang diproduksi massal minggu depan, dan mencari mitra untuk membuat filter untuk masker wajah.

    Fiat Chrysler

    Fiat Chrysler Automobiles NV mengatakan akan mulai membuat lebih dari 1 juta masker wajah sebulan, yang akan didistribusikan kepada responden pertama dan petugas kesehatan di Amerika Utara.

    Tesla

    Tesla Inc mengatakan akan membuka kembali pabrik panel surya Buffalo, New York, untuk memproduksi ventilator Medtronic. Perusahaan juga mengatakan telah membeli 1.255 ventilator dari Cina dan akan mendistribusikannya di Amerika Utara.

    BYD

    BYD Co dari Cina mengatakan telah membuka pabrik masker wajah terbesar di dunia di Cina, menghasilkan 5 juta masker sehari, ditambah 300.000 botol desinfektan.

    SAIC Motor

    Perusahaan patungan antara SAIC Motor Corp Ltd, GM dan Wuling mengubah salah satu pabriknya di Cina untuk membuat masker wajah dan membangun mesin tambahan untuk meningkatkan produksi masker.

    GAC Motor

    GAC mengubah salah satu pabriknya di Chna untuk membuat masker wajah.

    Volkswagen

    Volkswagen AG mengatakan sedang menguji cetak 3D untuk membuat komponen ventilator.

    Mahindra

    Mahindra CIE Automotive Ltd mengatakan pihaknya bekerja sama dengan produsen ventilator di India untuk membantu menyederhanakan desain dan meningkatkan produksi, termasuk di beberapa pabrik Mahindra.

    Produsen mobil tersebut saat ini banyak yang masih menutup pabriknya karena khawatir terhadap penyebaran virus corona. Sebagian besar pabrikan ini berencana membuka kembalinya pabriknya pada pertengahan April 2020. 

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.