64 Juta Kendaraan Listrik Diperkirakan Beredar di Cina pada 2030

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melintas di kawasan Pabrik mobil listrik Tesla yang tengah dibangun di Shanghai, Cina 18 Oktober 2019. Pabrik yang diberi nama Gigafactory 3 ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2019. REUTERS/Aly Song

    Pekerja melintas di kawasan Pabrik mobil listrik Tesla yang tengah dibangun di Shanghai, Cina 18 Oktober 2019. Pabrik yang diberi nama Gigafactory 3 ini rencananya mulai beroperasi Oktober 2019. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, JakartaChina Secutiries Journal melaporkan bahwa permintaan pasar kendaraan energi terbarukan (New Energy Vehicle), termasuk di dalamnya kendaraan listrik, di Negeri Tirai Bambu diperkirakan melonjak dalam lima tahun ke depan. 

    Pada Januari 2020, Cina telah membangun 531.000 tempat pengisian publik dan 712.000 unit dikelola swasta, dengan setiap 3,5 NEV rata-rata memiliki satu fasilitas pengisian sendiri, kata surat kabar itu, mengutip data dari Aliansi Promosi Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Cina.

    Aliansi mengantisipasi 373.000 tempat pengisian swasta lainnya, 156.000 tempat pengisian umum serta 12.000 stasiun pengisian umum akan dibangun pada tahun 2020.

    Meskipun ekspansi sektor ini cepat, jumlah lokasi pengisian dan kendaraan energi terbaru masih tergolong rendah. 

    Cina diperkirakan memiliki 64,8 juta kendaraan listrik murni pada tahun 2030. Dari jumlah itu dibutuhkan setidaknya 63 juta lokasi pengisian tambahan, menurut perkiraan dari Chen Qingtai, Presiden Cina EV100, sebuah lembaga yang melakukan riset untuk industri kendaraan listrik.

    Investasi di sektor kendaraan listrik diperkirakan juga akan meningkat di masa mendatang. 

    XINHUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.