Ini Dampak Buruk Penggunaan Alkohol untuk Membersihkan Kabin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi membersihkan kabin mobil. Sumber: caranddriver.com

    Ilustrasi membersihkan kabin mobil. Sumber: caranddriver.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan disinfektan pada ruang kabin mobil merupakan salah satu cara mengurangi penyebaran virus corona. Namun ada beberapa hal yang harus dihindari pemilik kendaraan, misalnya menggunakan alkohol untuk memoles dashboard karena akan merusak lapisan komponen interior mobil itu.

    "Diinformasikan bahwa jangan membersihkan area interior mobil menggunakan pembersih berbasis alkohol terutama dashboard plastik karena dalam jangka waktu yang lama bakal merusak lapisannya," kata Anjar Kisworo, selaku Service Departemen Head PT Isuzu Asta Motor Indoneisa (IAMI), Senin 30 Maret 2020.

    Ia menyarankan agar pengguna mobil mengikuti rekomendasi dari pihak terpercaya saat membersihkan bagian dalam kendaraan. "Beberapa salon mobil bahkan menggunakan sabun bayi berbentuk batangan untuk membersihkan interior mobil. Ada juga dari referensi media di luar," kata Anjar.

    Pemilik Vertue Concept, Edy menjelaskan bahwa tidak semua metode perawatan kendaraan dapat menjamin ruang kabin menjadi steril.

    Menurut dia, hal utama dalam mencegah penyebaran virus adalah kebersihan diri sendiri. Percuma saja jika mobil sudah bersih, namun pemiliknya atau penumpang membawa kuman ke dalam kendaraan.

    "Mencegah virus pada umumnya benar jika kita menekankan untuk mengurangi bakteri dan mengurangi aktivitas penyebaran bakteri. Jadi, di musim sekarang ini bukan berarti semua dikaitkan dengan corona," kata Edy.

    Menurut dia, jika pemilik juga tidak memperhatikan kebersiihan dirinya tentu perawatan dijalankan menjadi sia-sia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.