Industri Otomotif Siap Produksi Alkes untuk Perangi Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa 3 Maret 2020. RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19) di Provinsi Aceh yang telah siap dengan tenaga medis, ruangan dan peralatan khusus. ANTARA FOTO/Rahmad

    Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa 3 Maret 2020. RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19) di Provinsi Aceh yang telah siap dengan tenaga medis, ruangan dan peralatan khusus. ANTARA FOTO/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan industri otomotif siap mengikuti arahan pemerintah bila diminta untuk membantu pembuatan alat kesehatan dalam penanganan wabah virus corona atau COVID-19.

    "Kami siap mengikuti arahan pemerintah," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi kepada Bisnis, Senin, 30 Maret 2020.  

    Hanya saja, lanjut Yohannes industri otomotif memerlukan arahan dari perusahaan pembuat alat kesehatan. Pasalnya, produk ini sangatlah sensitif lantaran digunakan untuk menyuplai oksigen ke dalam organ vital yakni paru-paru pasien.

    Tentunya, lanjut Yohannes, diperlukan standar tersendiri dalam membuat alat kesehatan dan hal itu sangat berbeda dengan pembuatan komponen otomotif. 

    Dia juga mengatakan industri otomotif perlu akses bahan baku, teknologi, hingga keterampilan dalam membuat alat kesehatan. Untuk itu, perlu arahan agar industri otomotif dapat bekerjasama dengan perusahaan pembuat alat kesehatan.

    Dia mencontohkan di Amerika Serikat, Ford dan General Motor tidak serta merta membuat ventilator, melainkan memverikan fasilitas pabriknya kepada perusahaan pembuatnya.

    "Seperti blue print, alih teknologi, set up standar prosedur, kemudian standar kebersihan, standar bahan baku, dan akses bahan bakunya," ujarnya.

    Seperti diketahui, pemerintah meminta agar dilakukan percepatan pengembangan ventilator di Indonesia. Ventilator merupakan alat kesehatan yang sangat dibutuhkan untuk menangani pasian pengidap virus corona.

    Pemerintah juga meminta dilakukan percepatan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan agar menggunakan produk dalam negeri. Saat ini, ada 28 perusahaan produsen APD Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H