Terdampak Corona, Penjualan Toyota Februari Turun 4,6 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Toyota terlihat pada mobil hybrid Prius psds acara North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS (9/1). REUTERS/Mike Cassese

    Logo Toyota terlihat pada mobil hybrid Prius psds acara North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS (9/1). REUTERS/Mike Cassese

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Corporation mencatatkan penjualan global yang melemah pada Februari 2020, dengan penurunan 4,6 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

    Secara konsolidasi, itu berarti penurunan kedua berturut-turut untuk penjualan bulan yang sama di tahun berbeda, menurut Toyota dalam pernyataannya, Senin, 30 Maret 2020, waktu Jepang.

    Tidak hanya produk merek sendiri, Daihatsu dan Hino yang berada di bawah naungan Toyota pun penjualannya melemah pada Februari lalu.

    Khusus brand Toyota, perusahaan Jepang ini menjual hanya 651.868 unit atau turun 3,7 persen, Daihatsu turun 10,7 persen menjadi 68.806 unit, dan Hino 12.631 unit yang berarti jatuh 15,1 persen.

    Untuk produksi, pada Februari lalu Toyota memproduksi 625.750 unit kendaraan merek sendiri, turun 13,8 persen, merek Daihatsu 123.574 unit atau turun tipis 0,1 persen, dan merek Hino 13.478 unit, lebih rendah 31 persen dari bulan sama 2019.

    Pada dua bulan pertama (Januari-Februari 2020), total penjualan Toyota turun 3,6 persen hanya 1.537.774 unit, dengan rincian 1.383.479 unit kendaraan merek Toyota, 130,946 unit Daihatsu, dan 23.349 unit Hino.

    Produksi dan penjualan pada Maret 2020 kemungkinan akan turun drastis tidak hanya Toyota tapi produsen-produsen mobil besar dunia menyusul pandemik virus corona yang menghantam rantai pasokan dan pasar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.