WFH, Begini Kiat Mencegah Tikus Bersarang di Mobil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Santiago Rodriguez (63) seorang montir mobil tengah memperbaiki mobil Chevrolet 1957 di bengkel mekanik di Havana, Kuba, 25 Desember 2014. REUTERS/Stringer

    Santiago Rodriguez (63) seorang montir mobil tengah memperbaiki mobil Chevrolet 1957 di bengkel mekanik di Havana, Kuba, 25 Desember 2014. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil yang terlalu lama terparkir di garasi dan tidak pernah dihidupkan mesinnya seperti saat WFH, bisa jadi sarang bagi tikus. Service Departemen Head Astra Isuzu, Anjar Kisworo mengatakan mobil yang tidak dipakai tetap harus diperhatikan kebersihannya agar tidak mengundang hewan untuk bersarang.

    "Periksa ruang mesin dan bagian bawah mobil serta buka semua kaca jendela dan pintu untuk mengeluarkan serangga kecil yang sempat masuk ke dalam mobil," kata Anjar Kisworo Selasa 31 Maret 2020.

    "Kemudian, pastikan pintu dan jendela kembali tertutup rapat. Dan jaga area garasi dari tikus atau serangga menggunakan anti tikus atau serangga yang dijual di pasaran," ujar Anjar.

    Perawatan air conditioner (AC) juga perlu diperhatikan, karena jarang dioperasikan, maka sirkulasi udara akan berkurang dan memunculkan endapan debu maupun kuman. "Silakan datang ke bengkel langganan untuk melakukan fogging ruangan mobil dan saluran AC dengan disinfektan. Atau ganti filter AC jika diperlukan," katanya.

    Lebih lanjut, pada beberapa bagian part mobil akan berkarat karena kondisi udara yang lembab atau jika terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka. Misalnya komponen cakram atau piringan rem.

    Setelah beberapa hari tidak terpakai biasanya berkarat, akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan menimbulkan bunyi saat dipakai kembali. "Untuk menghindari karat itu, pemilik bisa menjalankan mobil beberapa saat sambil memanaskan mesin mobil," jelas dia.

    Ketika mesin mobil tidak dihidupkan dalam waktu yang lama maka oli/pelumasan akan turun ke penampungan sehingga pelumasan bagian atas berkurang dan dapat menyebabkan mesin menjadi kasar ketika baru dihidupkan kembali.

    "Mesin dapat dinyalakan secara rutin (minimal 1 hari sekali) dan jangan memainkan pedal gas saat mesin pertama kali dinyalakan," pungkasnya.

    Selain itu, waspadai juga pelemahan aki (accu), tekanan ban dan pengendapan bahan bakar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.