Akhir 2020 Brand Mewah Geely Masuk Eropa

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Cina Geely, memperkenalkan mobil pertamanya yang diberi nama Lynk & Co saat di Berlin, Jerman, 20 Oktober 2016. Geely bekerja sama dengan Volvo dan Ford pada 2010 untuk mengembang mobil SUV-nya. REUTERS/Hannibal Hanschke

    Mobil Cina Geely, memperkenalkan mobil pertamanya yang diberi nama Lynk & Co saat di Berlin, Jerman, 20 Oktober 2016. Geely bekerja sama dengan Volvo dan Ford pada 2010 untuk mengembang mobil SUV-nya. REUTERS/Hannibal Hanschke

    TEMPO.CO, JakartaGeely Holding Group mengatakan sub brand kelas atas Lynk & Co akan memasuki pasar Eropa pada akhir 2020.

    "Kami tidak mengubah rencana kami. Sesuai jadwal, kami akan mendarat di Eropa pada kuartal keempat," kata An Conghui, presiden grup, pada pertemuan hasil tahunan dari perusahaan, Geely Automobile Holdings, seperti dilansir China Daily, Selasa, 31 Maret 2020.

    Sayangnya, Conghui tidak memberikan rincian tentang di mana dan kapan tanggal pastinya akan diluncurkan, tetapi mengatakan langkah itu akan membuatnya menjadi merek mobil Cina pertama yang dijual di "negara-negara utama Eropa".

    Lynk & Co akan memasuki Eropa menggunakan sumber daya Volvo. Model pertama yang menembus pasar Eropa akan dibuat di provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur.

    Diposisikan sebagai merek global, Lynk & Co menjalani debut di Berlin pada akhir 2016. Brand ini sekarang menawarkan empat model, dan total penjualan mereka di Cina mencapai sekitar 260.000 unit. Conghui mengatakan dua model baru akan bergabung dengan jajaran Lynk & Co tahun ini.

    Geely akan meluncurkan empat model lain di bawah merek Geely dan Geometry tahun ini, yang diharapkan dapat membantu produsen ini mencapai target penjualan 1,41 juta pada tahun 2020.

    "Meskipun pandemi virus corona, kami yakin dan tidak akan menurunkan target kami. Dan tidak ada perubahan dalam rencana pengembangan jangka panjang kami," kata Conghui.

    Geely menjual 1,36 juta kendaraan pada 2019, turun 9 persen year on year. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pasar kendaraan secara keseluruhan. Namun, pangsa pasarnya tumbuh menjadi 6,5 persen pada 2019 dari 6,2 persen pada 2018.

    Pada bulan Februari 2020, Geely mengatakan berencana untuk menggabungkan Geely Auto dan Volvo, tetapi merek-merek tersebut akan tetap independen. Setelah merger, perusahaan akan terdaftar di Bursa Efek Hong Kong dan kemudian di Stockholm, Swedia.

    CEO Geely Automobile Holdings, Gui Shengyue, mengatakan kedua perusahaan mendorong merger, yang akan meningkatkan daya saing perusahaan di industri otomotif global.

    Geely membeli Volvo pada 2010 dari Ford. Selama beberapa tahun terakhir, merek Swedia ini telah berkembang menjadi industri berinternasional dengan fasilitas produksi dan jaringan penjualan di Eropa, AS, dan Cina.

    Tahun lalu, total penjualan Volvo melewati 700.000 unit, di mana sekitar 160.000 dikirim di Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.