Alasan Busi Tak Boleh Dibersihkan Pakai Amplas dan Sikat Kawat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerak atau kotoran pada elektroda dan insulator busi. (NGK Busi Indonesia)

    Kerak atau kotoran pada elektroda dan insulator busi. (NGK Busi Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anda pernah membersihkan kerak yang menempel pada bagian elektroda dan insulator di bagian dasar busi menggunakan amplas dan sikat kawat? Sebaiknya kebiasaan ini Anda hentikan. Membersihkan busi di bagian tersebut menggunakan amplas dan sikat kawat sama sekali tidak disarankan. 

    Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, mengatakan bahwa meski busi bersih dari kerak tapi lambat laun akan muncul kerak baru lagi. "Betul bisa hilang (keraknya), tapi setelah dipakai, kerak itu akan muncul lagi," kata Diko kepada Tempo, Selasa, 31 Maret 2020. 

    Diko menyarankan untuk sekadar membersihkan busi pada sepeda motor atau mobil dari debu cukup menggunakan kain lap. Jika perlu, lanjur dia, menggunakan cairan penetrant pembersih kanvas rem. "Kalau dibersihkan menggunakan amplas atau sikat kawat kecil harapannya untuk bisa memiliki performa yang optimal," ujarnya. 

    Kerak itu, kata Diko, merupakan material asing yang menyatu ke bagian elektroda dan insulator, kemudian menutup jalur listrik. Nah, karena itulah meski sudah dibersihkan kemudian muncul kerak baru maka kinerja busi tak lagi maksimal. 

    Diko menambahkan bahwa jika akumulasi karbon (kerak) yang timbul dari proses penggunaan busi pada mesin sudah memenuhi seluruh permukaan elektroda dan insulator maka tidak ada jalan lain selain mengganti busi lama dengan yang baru agar performanya kembali maksimal. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.