Didera COVID-19, Layanan Lexus Indonesia Tetap Berjalan Normal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja berpose di depan Lexus LC 500. Mobil sport mewah ini diluncurkan untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 4,290 miliar. Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja berpose di depan Lexus LC 500. Mobil sport mewah ini diluncurkan untuk pasar Indonesia dengan harga Rp 4,290 miliar. Jakarta, 26 Juli 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaLexus Indonesia memastikan semua layanan yang berorientasi terhadap pengalaman konsumen di tengah pandemi virus corona (COVID-19). General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja, mengatakan perusahaan terus mengembangkan semua layanan yang dapat membuat konsumen Lexus merasa bangga.

    "Bukan hanya soal servis kendaraan, tetapi kami menyediakan brand privileges dan layanan-layanan khsusus. Semisal, pemilik Lexus dapat exculsive parking privilege, sehingga konsumen tidak perlu membuang waktu mencari parkir," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu 1 April 2020.

    Sementara itu, kata Adrian, para konsumen juga bisa merasakan fasilitas servis dimana pun pelanggan mau, bahkan dalam keadaan ektrem seperti banjir sekalipun.

    Seperti saat bencana banjir di awal tahun, Lexus memberikan layanan Lexus Concierge Servixe untuk membantu evakuasi konsumen ke bandara atau ke hotel. Lexus juga mengirimkan makanan serta minuman untuk anggota keluarga konsumen. “Policy kami, yang diperhatikan bukan hanya mobilnya, tetapi orangnya lebih penting," ucapnya.

    Di sisi lain, Adrian mengatakan bakal melakukan penyesuaian harga produk kendaraan roda empat karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini pun diperparah dengan eskalasi virus corona. "Mau tak mau kami akan melakukan penyesuaian harga sebentar lagi. Mungkin dalam waktu 1 - 2 bulan lagi," tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.