Dengan Mobil Champer Ini Serasa Berada di Hotel Berbintang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Living Vehicle adalah ciptaan mantan arsitek Matthew Hoffman dan istrinya Joanna yang bisa diajak menjelajah dengan fasilitas setara hotel berbintang. Sumber: autoevolution.com

    Living Vehicle adalah ciptaan mantan arsitek Matthew Hoffman dan istrinya Joanna yang bisa diajak menjelajah dengan fasilitas setara hotel berbintang. Sumber: autoevolution.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Living Vehicle adalah ciptaan mantan arsitek Matthew Hoffman dan istrinya Joanna. Mereka memperkenalkan versi pertama pada 2018, setelah bekerja selama bertahun-tahun untuk merombak dan menyesuaikan trailer berdasarkan permintaan. Hal tersebut memberikan mereka ide untuk membangun kendaraan sesuai dengan standar mereka sendiri dengan menggabungkan teknologi modern untuk menghasilkan produk yang lebih nyaman.

    Tahun ini, mereka akan memulai pengiriman pada Living Vehicle 2020 edisi terbatas, yang menawarkan banyak opsi penyesuaian baru yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan tingkat kenyamanan. LV bukan hanya kendaraan rekreasi, itu dirancang untuk menjadi ruang hidup, rumah yang sebenarnya.

    Dalam kapasitas itu, ia menawarkan hasil akhir dan peralatan kelas atas, dan desain kualitas terbaik dalam kombinasi dengan teknologi modern yang dimaksudkan untuk membuat hidup di jalan lebih menyenangkan.

    Living Vehicle adalah ciptaan mantan arsitek Matthew Hoffman dan istrinya Joanna yang bisa diajak menjelajah dengan fasilitas setara hotel berbintang. Sumber: autoevolution.com

    LV memungkinkan pemiliknya meninggalkan perkotaan selama berbulan-bulan. Kendaraan ini dilengkapi dengan panel surya yang dapat memberikan daya hingga 3.000 watt, dan menawarkan penyimpanan untuk 100 galon air tawar dan 80 pon propana. Pada hari-hari berawan, generator propana yang terintegrasi masuk secara otomatis untuk membuat Anda tetap berjalan. Dikombinasikan dengan penggunaan ruang penyimpanan yang tersedia, biaya perawatan yang rendah, dan sistem penyaringan air dan udara, dapat membuat Anda nyaman selama berbulan-bulan.

    Dengan rangka aluminium pada sasis buatan tangan, LV hadir dengan ground clearance yang tinggi dan distribusi bobot tanpa goyangan, yang membuatnya ideal bahkan untuk jalan tanah paling berat.

    LV dimaksudkan sebagai rumah tinggal dengan fasilitas mewah. Dengan ruang untuk menampung hingga enam orang, LV dilengkapi dengan tempat tidur queen-size di kamar terpisah dan tempat tidur queen-size yang dapat dilipat di ruang makan. Ada dapur yang dapat ditingkatkan ke dapur chef sebagai opsi tambahan, dan kamar mandi bergaya spa dengan shower basah dan kering serta lampu langit-langit. Bahkan, ada beberapa skylight di seluruh LV, yang dalam kombinasi dengan jendela besar dan pintu geser besar di dek lipat, memungkinkan cahaya alami dan mengaburkan batas-batas antara bagian dalam dan luar.

    Living Vehicle adalah ciptaan mantan arsitek Matthew Hoffman dan istrinya Joanna yang bisa diajak menjelajah dengan fasilitas setara hotel berbintang. Sumber: autoevolution.com

    Peralatannya lengkap seperti di apartemen, mulai dari mesin cuci dan kombo pengering, hingga mesin pencuci piring, lemari es tenaga surya, oven tiga burner, dan barbecue eksterior. Kamar tidur dapat berubah menjadi ruang media berkat pilihan layar 70" 4K HD Private Home Theatre dan SONOS surround sound. Ada speaker langit-langit yang terintegrasi penuh di setiap kamar, termasuk kamar mandi.

    LV dibangun dengan bahan berkualitas tinggi yang menjamin ruang hidup bebas dari bahan kimia, pelarut, dan Senyawa Organik Volatile. The Living Vehicle bukan trailer seri produksi. Setiap item dibuat berdasarkan permintaan dan disesuaikan sesuai dengan permintaan klien, untuk harga mulai sekitar US$ 150.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar dan tertinggi US$ 250.000 atau sekitar Rp 4,1 miliar.

    AUTO EVOLUTION


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.