Wabah Corona, Penutupan Pabrik Nissan di Inggris Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Nissan. REUTERS/Aly Song

    Logo Nissan. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona yang kian meluas di eropa memaksa sejumlah pabrik berhenti beroperasi. Termasuk pabrik Nissan di Inggris dan Spanyol.

    Pertangguhan operasional pabrik Nissan berlanjut sepanjang bulan April. Penyetopan sementara aktivitas produksi disebabkan makin meluasnya wabah virus covid-19 di sejumlah negara di Benua Biru.

    "Selama periode ini sebagian besar karyawan pabrik akan dicutikan," kata pihak perusahaan seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 3 April 2020.

    Jika mengacu pada regulasi Pemerintah Inggris maka perusahaan wajib membayar 80 persen dari total upah karyawan yang cuti. Diperkirakan, setiap karyawan Nissan akan menerima gaji hingga 2.500 pound atau sekitar Rp 51 jutaan per bulan atau selama cuti sementara.

    Selain Inggris, Pabrik Nissan di Spanyol juga ditangguhkan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Perusahaan asal Jepang itu berharap pandemi corona segera berakhir sehingga aktivitas bisnis kembali lancar.

    "Tujuan kami adalah untuk menavigasi krisis ini sambil mempertahankan kegiatan penting untuk kelangsungan bisnis dan memastikan kami siap ketika bisnis dilanjutkan atau mulai pulih di Eropa," demikian pernyataannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.