Wholesales LCGC Februari 2020, Daihatsu Sigra Geser Toyota Calya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan baru Daihatsu Sigra yang dluncurkan di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten Senin 16 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Tampilan baru Daihatsu Sigra yang dluncurkan di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten Senin 16 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan rivalitas sengit di segmen Low Cost Green Car (LCGC) sepanjang Februari 2020. Dominasi Toyota Calya di posisi terlaris pada Januari 2020 digeser saudara kembarnya, Daihatsu Sigra, pada penjualan Februari 2020. 

    Daihatsu Sigra memipin penjualan dengan angka 4.363 unit. Angka ini meningkat dibanding penjualan Januari 2020 sebesar 3.705 unit. Di posisi kedua ada Honda Brio Satya dengan penjualan 4.156 unit. Capaian Brio Satya ini sedikit menurun dibanding penjualan Januari 2020 sebesar 4.427 unit. 

    Terlaris ketiga adalah Toyota Calya dengan angka 3.645 unit. Angka ini jauh menurun dibanding penjualan Calya Januari 2020 sebanyak 4.579 unit. Selanjutnya adalah Daihatsu Ayla yang mencatat penjualan sebanyak 2.228 unit. Angka ini naik tipis dibanding capaian Januari 2020 sebanyak 2.054 unit. 

    Kembaran Ayla, Toyota Agya, menempati posisi kelima terlaris dengan penjualan 1.426 unit. Turun dibanding penjualan Januari 2020 sebanyak 1.745 unit. Berikutnya adalah Suzuki Karimun Wagon R yang terjual 257 unit, sedikit menurun dibanding Januari 2020 sebanyak 320 unit. 

    Datsun Go Panca yang produksi di Indonesia dihentikan mulai akhir Maret 2020 terjual 47 unit. Angka ini jauh menyusut dibanding Januari 2020 sebesar 162 unit. Sedangkan Datsun Go+ Panca tak lagi tercatat dalam dalam penjualan Gaikindo per Februari 2020. Di bulan Januari 2020, model ini masih mencatat penjualan 64 unit. 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.