Alasan Nissan Melawan Arus Tren Layar Tablet di Mobil Terbarunya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar imut di mobil konsep Nissan Ariya. Sumber: motor1.com

    Layar imut di mobil konsep Nissan Ariya. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tesla telah memulai tren penggunaan sistem infotainment berbentuk tablet yang memiliki ukuran besar telah menjadi menonjol pada mobil-mobil baru belakangan ini. Berupa tampilan berorientasi vertikal yang ditemukan di Tesla, juga terlihat di Ford Explorer baru, Renault Clio, dan layar besar di Mercedes S-Class model baru, sehingga tablet menjadi masa depan sistem infotainmen dalam mobil.

    Panasonic segera memperkenalkan kabin masa depan yang memiliki tablet besar di area penumpang. Namun Nissan justru itu melawan arus tren itu, seperti yang terlihat pada Mobil Konsep Ariya yang dipamerkan di Tokyo Motor Show tahun lalu.

    Internet Tesla Model S dengan layar monitor raksasa berukuran 17 inci. (AUTOBYTEL)

    Menurut Nissan, mereka memilih jalur yang berbeda karena dua hal: desain dan fungsi. Dua layar infotainment melengkung yang diposisikan di sisi pengemudi, menurut pembuat mobil, menambah kesan cakrawala di seluruh mobil, dari elemen di pintu sampai ke bagian belakang kabin.

    Dari segi fungsi, Tomomichi Uekuri, manajer senior tim teknik HMI, menjelaskan bahwa mata manusia secara alami terlihat dari samping ke bagian samping ketika berada di belakang kemudi.

    "Orang-orang dapat melihat dan menyerap lebih banyak informasi jika ditata secara horizontal. Visi perangkat juga bekerja seperti ini," tambahnya.

    Pembuat mobil juga melihat posisi infotainment ini menjadi lebih aman karena berada dalam garis pandang pengemudi.

    "Konstruksi gelombang tampilan inovatif dan menggunakan tata letak yang ergonomis untuk tampilan meter dan tampilan tengah, tidak hanya untuk visibilitas, tetapi juga memungkinkan pengemudi untuk dengan mudah mencapai layar sentuh tampilan tengah," Uekuri menjelaskan.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.