Tesla Rilis Video Prototipe Ventilator untuk Pasien Corona

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ventilator rumah sakit. Kredit: ANTARA

    Ventilator rumah sakit. Kredit: ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah kesibukan menghadapi pandemi covid-19, Tesla Inc merilis prototipe ventilator atau alat bantu pernapasan untuk pasien virus corona di youtube. Alat rencananya akan diproduksi.

    "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi kami memberikan upaya terbaik kami,"ujar salah seorang Teknisi Tesla seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 7 Maret 2020.

    Desain untuk ventilator itu kata teknisi itu sangat bergantung pada suku cadang mobil Tesla. Jika sudah siap, perusahaan bisa segera merakit ventilator dengan cepat.

    Selain Tesla, hampir semua produsen otomotif di negara terdampak virus corona diminta untuk membuat ventilator dan peralatan medis. Permintaan itu, tak lepas dari meningkatnya jumlah orang yang infeksi virus mematikan tersebut.

    Seperti diketahui, sudah lebih dari satu juta orang telah terinfeksi di seluruh dunia. Sementara lebih dari 65.000 telah meninggal. Amerika Serikat memiliki jumlah kasus terbanyak di atas 300.000.

    Sebelumnya Bos Tesla, Elon Musk, mengatakan bahwa pabrik di New York hanya akan dibuka, khusus untuk memproduksi ventilator.

    Meski belum memastikan batas waktu untuk memproduksi perangkat ventilator, para teknisi Tesla berjanji akan bekerja sebaik mungkin.

    Berdasarkan laporan Financial Times, Elon Musk sudah menyumbang ventilator jenis Bilevel Positive Airway Pressure. Jenis itu biasa digunakan untuk mengobati sleep apnea atau gangguan nafas saat tidur.

    Meski bukan ventilator yang dibutuhkan untuk mengobati pasien Covid-19, FDA (Food Drug Administration/pengawas obat dan makanan Amerika serikat) telah menyetujui penyalurannya ke rumah sakit sebagai alternatif saat darurat.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.