Volkswagen: Umur Mesin Konvensional Masih Panjang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin VW TSI 1.4 TSI 118 KW 160 PS (Dok. Volkswagen)

    Mesin VW TSI 1.4 TSI 118 KW 160 PS (Dok. Volkswagen)

    TEMPO.CO, JakartaVolkswagen (VW) akan meluncurkan kendaraan listrik yang mengadopsi penggunaan bahan bakar sintetis. Yakni, mesin dengan bahan bakar yang terbuat dari biomassa dan beberapa bahan lainnya. Bahan bakar sintetis ini dinilai tepat untuk ketahanan mesin dalam waktu jangka panjang.

    Kepala Teknisi VW, Matthias Rabe, mengatakan bahwa mesin konvensional memiliki masa depan yang lebih panjang melebihi prediksi banyak orang. Karena alasan itu mesin tersebut akan tetap ada.

    Termasuk bahan bakar sintesis yang digunakan bersumber dari bahan-bahan alami yang tidak menghasilkan emisi CO2. Setelah melalui uji coba selama bertahun-tahun, baru kemudian dikembangkan dan siap untuk diproduksi. Meski demikian, alternatif teknologi lainnya tetap diincar oleh Volkswagen dan Bentley.

    Dalam sebuah wawancara, Rabe menyebutkan berat dan ukuran baterai yang digunakan oleh kendaraan hybrid dan kendaraan listrik saat ini akan memacu pengembangan bahan bakar sintetis.

    "Jika melihat industri penerbangan saat ini, bahan bakar elektronik sangat diminati. Kami sangat serius menargetkan untuk tidak menghasilkan CO2. Namun bukan berarti kami mengecualikan mesin pembakaran saat ini," Kata Rabe.

    Belum ada kepastian berapa lama mesin pembakaran internal akan bertahan. Rabe hanya menegaskan komitmen Volkswagen untuk menggunakan opsi Power Train selama beberapa dekade.

    CARSCOOPS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.