Wabah Corona, Tesla Pangkas Gaji Karyawan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla. TEMPO/Wawan Priyanto

    Tesla. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tesla Inc mengatakan pada hari Selasa, 7 April 2020, bahwa mereka akan merumahkan semua pekerja yang bekerja di sektor yang tak terlalu penting, serta menerapkan pemotongan gaji selama penutupan fasilitas produksi di Amerika Serikat karena wabah virus corona baru (COVID-19).

    Tesla mengatakan pihaknya berencana untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya secara normal pada 4 Mei, kecuali jika ada perubahan signifikan, keterangan dari penasihat internal Valerie Capers Workman, dilansir Reuters, Rabu, 8 April 2020.

    Tesla menghentikan produksi kendaraannya di San Francisco Bay Area dan pabrik tenaga surya di New York pada 24 Maret, mengatakan dalam email bahwa keputusan itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengelola biaya dan mencapai rencana jangka panjang.

    Hingga kini, Tesla masih belum menanggapi permintaan komentar lebih lanjut.

    Pandemi virus corona telah memangkas permintaan mobil AS dan memaksa beberapa pembuat mobil lain untuk merumahkan pekerja AS.

    Pembayaran untuk karyawan Tesla yang dibayar akan dikurangi mulai 13 April dan pemotongan akan tetap berlaku sampai akhir kuartal kedua, kata email itu.

    Di Amerika Serikat, gaji pekerja akan dipotong sebesar 10 persen, gaji direktur sebesar 20 persen, dan gaji wakil direktur sebesar 30 persen. Pengurangan yang sebanding akan diterapkan di luar negeri.

    Karyawan yang tidak dapat bekerja dari rumah dan belum ditugaskan untuk pekerjaan kritis di pabrik akan dilebur, dengan pekerja mempertahankan tunjangan kesehatan mereka sampai produksi dilanjutkan, kata email tersebut.

    Tesla menangguhkan produksi di kedua pabrik bulan lalu setelah itu mengakhiri perselisihan dengan pihak berwenang yang khawatir tentang penyebaran virus corona.

    Satu-satunya pabrik mobil AS Tesla mempekerjakan lebih dari 10 ribu pekerja, dengan produksi tahunan kurang lebih 415 ribu unit pada akhir Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.