INDEF Sebut Industri Otomotif Bergantung Kalangan Atas, Alasannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perakitan badan mobil di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    Perakitan badan mobil di Pabrik Karawang Plant II PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, Kamis 8 Desember 2016.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemik Coronavirus memukul semua sektor industri, termasuk industri otomotif. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menilai industri otomotif kini hanya bisa berharap dari kalangan menengah ke atas. Sedangkan kalangan menengah ke bawah sudah kesulitan.

    Tauhid menjelaskan berdasarkan data, terdapat 4,8 persen penurunan konsumsi rumah tangga. Sehingga konsumsi untuk kebutuhan otomotif akan dikesampingkan. "Konsumsi rumah tangga, saya kira saat ini siapa yang mau membeli konsumsi untuk non makanan," kata Tauhid Ahmad melalui wawancara virtual bersama Forum Wartawan Otomotif, Jumat 10 April 2020.

    "Jadi, industri otomotif masih berharap dari konsumsi orang menengah ke atas. Kalau menengah ke bawah sudah tidak mungkin," jelas Tauhid Ahmad.

    Tauhid menilai, pandemik corona juga mempengaruhi strategi penjualan produsen otomotif. Konsumen loyal menjadi target utama penjualan otomotif ketimbang pegawai bergaji tetap. Alasannya, minat membeli dari kalangan pegawai terganggu dengan ketidakstibilan konsumsi selama corona dan kecemasan tidak mendapat gaji ke-13.

    "Misalnya sekarang, gaji pegawai tetap hampir keseluruhan ada yang terganggu. Contoh PNS mulai digoyang oleh golongan lain yang tetap mendapat gaji 13 untuk THR, tapi golongan empat atau pejabat di atasnya akan berkurang, jadi akan berdampak untuk pembelian," kata dia.

    "Artinya, kemampuan mereka untuk melakukan pembelian, kredit juga akan berdampak," kata dia.

    Untuk itu, Tauhid Ahmad menilai bahwa harapan industri otomotif Indonesia untuk saat ini adalah kalangan menengah atas dan kelompok swasta.

    Waktu pemulihan, kata dia, diprediksi masa pemulihan akan terjadi pada bulan ketujuh atau Oktober setelah kasus corona pertama masuk Indonesia pada Maret 2020.

    "Ketika Covid itu mendekati titik bawah atau tidak ada kasus sama sekali, orang akan mulai aktivitas normal. Ekonomi mulai kembali dan pemerintah mulai mengurangi pembatasan dan pabrikan mulai berproduksi, kalau kita proyeksi bulan ketujuh mulai recovery," kata dia.

     ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.