Penjualan Mobil Grup GAC di Cina Membaik di Tengah Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil konsep GAC Entranze concept yang didesain di AS dipamerkan dalam acara Detroit Auto Show di Detroit, Michigan, 14 Januari 2019. REUTERS/Rebecca Cook

    Mobil konsep GAC Entranze concept yang didesain di AS dipamerkan dalam acara Detroit Auto Show di Detroit, Michigan, 14 Januari 2019. REUTERS/Rebecca Cook

    TEMPO.CO, JakartaGAC Group, sebuah produsen mobil terkemuka di provinsi Guangdong, Cina, pada hari Jumat, 10 April 2020, melaporkan peningkatan penjualan mobil di bulan Maret di tengah penyebaran pandemi virus corona (COVID-19).

    Perusahaan menjual 110.500 mobil pada bulan Maret, meningkat lebih dari empat kali lipat dari bulan sebelumnya, seperti dilansir China Daily.

    Peningkatan penjualan didorong oleh pengembangan perusahaan dalam mobil energi terbarukan dan mobil inovasi terkini. Mobil energi terbarukan mengalami peningkatkan penjualan sebesar 130 persen Year on Year di bulan Maret dan merek GAC MOTOR tumbuh 330,87 persen pada bulan lalu, dibandingkan dengan Februari.

    "Karena situasi di Cina cenderung stabil dan industri otomotif telah memulai kembali produksi, akan ada peningkatan permintaan pasar dalam beberapa bulan mendatang," kata Peng Peng, wakil direktur Masyarakat Reformasi Guangdong.

    Menurut Peng, wabah COVID-19 telah menekan sektor otomotif dalam waktu singkat, tetapi situasi itu diklaim hanya bersifat sementara dan tidak akan mempengaruhi tren kenaikan dalam pandangan industri yang panjang.

    Pada bulan Februari, produsen mobil Cina mengirimkan 310.000 kendaraan, turun hampir 80 persen YoY, menurut Asosiasi Produsen Otomotif Cina. Selama dua bulan pertama tahun ini, penjualan kendaraan mencapai 2,24 juta unit di Cina, turun 42 persen YoY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto