Corona, Ford Bantu Pemerintah Produksi APD dari Bahan Airbag

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi di dinding suasana servis center dan penjualan mobil Ford di Jakarta, 26 Januari 2016. Indonesia bukan satu-satunya negara yang akan ditinggalkan pabrikan mobil asal Amerika Serikat itu. Ford juga akan meninggalkan Jepang. TEMPO/Tony Hartawan

    Refleksi di dinding suasana servis center dan penjualan mobil Ford di Jakarta, 26 Januari 2016. Indonesia bukan satu-satunya negara yang akan ditinggalkan pabrikan mobil asal Amerika Serikat itu. Ford juga akan meninggalkan Jepang. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Detroit - Ford Motor Company memproduksi alat pelindung diri untuk tenaga medis. Perusahaan asal Amerika ini juga membuat ventilator, masker wajah, dan respirator untuk membantu memerangi virus corona.

    Seperti dilansir dari motor1, pabrik Ford di Detroit telah ditutup karena wabah corona. Tapi mereka tidak tinggal diam, Ford juga terlibat dalam memproduksi Alat Pelindung Diri atau APD untuk tenaga medis yang sedang berjuang di garis depan penanganan pandemi covid-19.

    Untuk APD, Ford bekerja sama dengan Beaumont Health dan Joyson Safety Systems untuk mengolah ulang sekitar 1.3 juta unit airbag mobil menjadi APD.

    "Kebutuhan untuk melindungi tim medis kita semakin tinggi. Petugas lini depan kami bekerja sepanjang waktu untuk merawat pasien dan kami membutuhkan persediaan yang diperlukan untuk mendukung mereka,"ujar Presiden Rumah Sakit Beaumont Health, David Claeys.

    Selain itu pabrik perakit transmisi Ford di Van Dyke, Michigan juga ikut membantu memproduksi masker wajah. Begitu pun dengan pabrik perakitan Ford Flat Rock tengah mempersiapkan produksi sekitar 100 ribu respirator. Selain itu, Ford juga berkolaborasi dengan GE Healthcare untuk membangun ventilator.

    "Kami tahu, untuk memainkan peran dalam membantu memerangi virus corona, kami harus kerja keras dan bergabung dengan para ahli untuk memperluas produksi peralatan serta pasokan medis yang sangat dibutuhkan, "kata Wakil Presiden Ford Enterprise Product Line Management, Jim Baumbick.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.