Luhut Akan Fasilitasi Industri Otomotif yang Produksi Ventilator

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik (COVENT-20) yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia untuk penanganan Covid-19. Kredit: Humas UI

    Ventilator Transport Lokal Rendah Biaya Berbasis Sistem Pneumatik (COVENT-20) yang dikembangkan oleh Universitas Indonesia untuk penanganan Covid-19. Kredit: Humas UI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menegaskan bakal mendukung dan memudahkan inisiatif pelaku usaha dalam upaya membantu pasokan alat bantu pernapasan atau ventilator. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Selasa 14 Maret 2020. Pasalnya, sejumlah pelaku industri, khususnya di sektor otomotif meminta landasan hukum dan kebijakan khusus agar mampu memproduksi ventilator untuk kebutuhan medis.

    Salah satu ketentuan yang mesti diikuti pelaku industri dalam menghasilkan produk itu adalah International Organization for Standardization atau ISO. "Ini kan emergency, situasi apa saja bisa kita bicarain. Ga ada yang gak mungkin." ujarnya.

    Luhut membuka kemungkinan bertemu dengan para pelaku usaha yang ingin terlibat dalam upaya itu. Menurutnya, dengan tujuan menyelamatkan nyawa manusia, pemerintah bisa memberikan kebijakan khusus. "Ini kan soal kemanusiaan. Silakan saja datang ke saya nanti saya channel ke pak Doni [Monardo]," ujarnya.

    Seperti diketahui, pemerintah meminta industri otomotif di dalam negeri untuk dapat memproduksi ventilator yang dibutuhkan dalam penanganan virus corona di Tanah Air.

    Saat ini, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 membutuhkan banyak ventilator seiring dengan bertambahnya penderita penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut.

    “Sesuai arahan Bapak Menteri Perindustrian, kami telah meminta pelaku industri otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia [Gaikindo], agar beberapa anggotanya dapat memproduksi ventilator,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika melalui siaran pers, Senin 6 April 2020.

    Menurut Putu, sudah ada industri otomotif yang siap memenuhi permintaan pemerintah tersebut. Pemerintah pun memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang menyambut baik terhadap upaya kemanusiaan ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.