Alasan BMW Seri 3 Touring Dipasarkan di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW Seri 3 Touring. (BMW)

    BMW Seri 3 Touring. (BMW)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu line up produk BMW yang laris di Indonesia adalah seri 3. Namun selama ini yang dipasarkan adalah seri 3 versi sedan. Kali ini, BMW Group Indonesia melengkapinya dengan BMW Seri 3 Touring atau wagon.

    "Rencananya memang cukup lama, kami juga sudah riset," ujar Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, Jumat 17 April 2020

    Selain melihat performa penjualan seri 3 dan potensi pasar wagon di Indonesia, Jodie juga menyebut bahwa komunitas kendaraan turing terus berkembang di tanah air.

    Peluncuran produk baru ini sedianya akan digelar di ajang motor show. Namun urung terlaksana dengan alasan pandemi corona.

    BMW Seri 3 Touring dibekali platform yang sama dengan BMW seri 3 Sedan terbaru. Mesin 2 liter empat silinder twin turbo dengan 184 hp dan torsi 300 Nm. Di atas kertas. mobil ini bisa melesat dari 0-100 km per jam dalam waktu 7,5 detik.

    BMW Seri 3 Touring. (BMW)

    Adapun penyesuaian dari versi Sedan, seri 3 touring ini memiliki rigiditas bodi yang meningkat sekityar 25 persen secara keseluruhan. Bahkan ada yang sampai 50 persen di beberapa bagian.

    "The 3 memiliki kombinasi eksterior unik, the real sport touring dengan velg aloi ringan 19 inci. Karakteristik sangat maskulin,"ujar Product Planning BMW Group Indonesia, Anindyanto Dwikumoro.

    Di bagian interior kata dia, masih berbagi DNA dengan versi Sedan. Adapun bagasinya lebih fungsional. Kapasitas bagasi 500 liter, lima liter lebh banyak dari generasi sebelumnya.

    BMW Seri 3 Touring dibanderol Rp 1,289 miliar off the road. Mobil ini hanya tersedia sebanyak 25 unit dan bisa dipesan di Tokopedia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.