Pesaing Toyota Fortuner dari Chevrolet, Gagah dan Daya Muat Besar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chevrolet Blazer terbaru yang akan dijual di Cina. Sumber: carscoops.com

    Chevrolet Blazer terbaru yang akan dijual di Cina. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski Chevrolet kini tak jualan di Indonesia. Mereka terus berinovasi di negara yang memiliki pasar yang menjanjikan seperti Cina. Di negara Tirai Bambu ini, Chevrolet Blazer hadir dengan kapasitas lebih besar untuk memuat tujuh penumpang (7-seater) yang diproduksi di pabrik SAIC-GM Shanghai, Cina. Blazer menjadi pesaing bagi Toyota Fortuner.

    "SUV besar Blazer membawa Chevrolet ke salah satu segmen pasar dengan pertumbuhan tercepat," kata Scott Lawson, direktur umum Chevrolet untuk SAIC-GM dilansir laman resmi perusahaan.

    Chevrolet Blazer terbaru yang akan dijual di Cina. Sumber: carscoops.com

    "Blazer akan memenuhi beragam kebutuhan dan kemauan konsumen lokal (China) dengan gayanya yang sporty, interior modis dan teknologi canggih," kata dia.

    General Motor (GM) menyebut bahwa Blazer adalah mobil mereka dengan desain paling progresif dan berani. Mobil ini menggunakan mesin Ecotec 2.000cc dengan daya maksimum 174 kW/5.600 rpm dan torsi maksimum 350 Nm /1.500-4.000 rpm. Konsumsi bahan bakar Blazer 7,4 liter/100 kilometer.

    Khas Blazer yaitu bodi yang bongsor panjang 4,9 meter dan lebar 1,9 meter, GM mengklaim mobil itu dapat berakselarasi dari 0-100 km/jam cuma dalam sembilan detik. Akselerasi itu ditunjang transmisi Hydra-Matic 9 percepatan yang mengantongi 60 hak paten teknologi terbaru.

    GM menyediakan Blazer dengan enam pilihan warna dalam tiga varian yakni Redline, RS dan standar yang diujual mulai Rp567,7 juta hingga Rp720,6 juta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.