Yamaha Hadirkan Sistem Penanda saat Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha menghadirkan perangkat untuk meningkatkan keselamatan pada kendaraannya. Sumber: visordown.com

    Yamaha menghadirkan perangkat untuk meningkatkan keselamatan pada kendaraannya. Sumber: visordown.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Yamaha menciptakan perangkat baru di kendaraannya untuk meningkatkan keselamatan. Sistem ini mirip dengan sistem e-call BMW, di mana serangkaian sensor dan perangkat dapat mendeteksi ketika perjalanan motor mengalami kecelakaan. Pada titik ini, motor memberikan sinyal darurat atau pesan kepada pihak ketiga, memberi tahu mereka tentang insiden tersebut dan lokasi pengendara. Sistem dapat memanggil layanan darurat, teman atau anggota keluarga.

    Yamaha menghadirkan perangkat untuk meningkatkan keselamatan pada kendaraannya. Sumber: visordown.com

    Selain permintaan bantuan, sistem ini juga dapat menyalakan klakson dan indikator sepeda. Ini peringatan bermanfaat bagi pengguna jalan lain dan juga baik untuk menemukan sepeda dan pengendara jika kecelakaan membuat mereka berdua keluar dari jalan dan masuk ke hutan misalnya.

    Sementara paten menunjukkan sistem yang dipasang pada sepeda sport, seperti YZF-R125, ukurannya yang kecil dan pengaturan yang relatif sederhana akan memungkinkannya untuk digunakan pada banyak mesin. Yamaha YZF-R125 memiliki model yang sama dengan R15 yang dipasarkan di Indonesia. Yamaha juga kemungkinan akan mengembangkan pada skuter berkapasitas kecil hingga motor turing terbesar.

    Sistem ini paling cocok untuk dipasang pada salah satu mesin petualangan Yamaha, ketika berkendara di lokasi yang tidak ramah dan terpencil. Kasus kelompok trail tersesat dan mengalami dehidrasi sering terjadi dengan alat ini kemungkinan akan lebih membantu para petualang saat kondisi darurat. Apalagi dengan lokasi atau medan yang berat tentunya akan menyulitkan pengendara untuk menghidupkan kendaraannya.

    VISOR DOWN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.