Tiga Model Pikap Ford Baru Diluncurkan, Langsung Ditarik Lagi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ford Ranger mendapat penyegaran di Australia. Sumber: carscoops.com

    Ford Ranger mendapat penyegaran di Australia. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaFord mengumumkan akan menarik dari peredaran atau dikenal recall lebih dari 60.000 unit Ford Ranger, F-150, dan Expedition 2020 yang belum lama dipasarkan karena masalah pada kabel perpindahan gigi. Pada kendaraan yang terdampak, klip yang mengunci kabel perpindahan gigi ke transmisi mungkin tidak sepenuhnya terpasang dengan benar.

    Seiring waktu, klip yang dipasang sebagian memungkinkan transmisi berada dalam kondisi roda gigi berbeda dari posisi perpindahan gigi yang dipilih pengemudi, kata Ford dalam pernyataannya, dikutip Minggu 19 April 2020. Kondisi itu memungkinkan posisi gigi tidak berada pada posisi Park (parkir) meskipun pengemudi sudah menggeser tuas gigi pada parkir.

    Jika pengemudi tidak mengaktifkan rem tangan saat memarkir kendaraan, mobil berpotensi meluncur atau bergerak dengan sendirinya dan itu meningkatkan risiko kecelakaan atau cedera.

    Ford Ranger dan F-150 2020 yang terdampak masalah itu adalah yang bertransmisi otomatis 10-percepatan, sedangkan yang dilengkapi dengan perpindahan gigi putar tidak terpengaruh. Ford belum mendapatkan laporan kecelakaan atau cedera yang terkait dengan kondisi ini.

    Sejauh ini, penarikan meliputi 55.158 kendaraan di Amerika Serikat dan wilayah federal, 12.090 di Kanada, dan 681 di Meksiko. Berikut rincian kendaraan yang terdampak: Ford Ranger 2020 produksi Michigan Assembly Plant dari 28 Februari hingga 18 Maret 2020. Selanjutnya, Ford F-150 yang dibuat di Dearborn Truck Plant dari 18 Februari hingga 19 Maret 2020, dan Kansas City Assembly Plant dari 21 Februari hingga 19 Maret 2020. Dan, Ford Expedition 2020 yang diproduksi di Kentucky Truck Plant dari 3 hingga 19 Maret 2020.

    Diler Ford akan memeriksa klip pengunci kabel shift kendaraan yang terdampak dan menempatkannya dengan benar sesuai kebutuhan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.