Mudik Dilarang, Perusahaan Otobus Berharap Ada Bantuan Pemerintah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang memasuki bus Antar Kota antar Propinsi (AKAP) setelah pemberitahuan larangan mudik di terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Pemerintah resmi melarang warga mudik Lebaran ke kampung halaman demi mencegah pandemi virus corona (covid-19) yang berlaku secara efektif pada Jumat, 24 April 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Penumpang memasuki bus Antar Kota antar Propinsi (AKAP) setelah pemberitahuan larangan mudik di terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Pemerintah resmi melarang warga mudik Lebaran ke kampung halaman demi mencegah pandemi virus corona (covid-19) yang berlaku secara efektif pada Jumat, 24 April 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Otobus masih menanti petunjuk atau aturan tertulis soal larangan mudik. Tanpa kepastian hukum termasuk sanksinya, perusahaan bus bisa saja tetap beroperasi.

    "Belum ada petunjuk lanjutan. Sikap kami, hanya akan menaati aturan tertulis yang punya landasan hukum," kata Pemilik P.O Sumber Alam, Anthony Steven Hambali kepada Tempo, Kamis, 23 April 2020.

    Jika sudah resmi, Anthony mengaku siap melaksanakan aturan yang membuat perusahaannya itu tekor ratusan juta. Dia pun berharap agar ada bantuan bagi perusahaan otobus, termasuk kompenasi berupa BLT kepada karyawan.

    "Infonya sih, akan ada dari Polres. Sekarang dalam tahap pembuatan rekening dan tabungan. Katanya Senin besok (pekan depan) cair,"ujarnya.

    Pengamat Transportasi dadi Masarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno berpendapat bahwa aturan hukumnya seharusnya sudah keluar. Djoko mendengar kabar, bahwa hari ini Pemerintah akan mengeluarkan landasan hukum larangan mudik pada musim lebaran tahun ini.

    "Saya prediksi, sanksi akan mengacu pada UU 6/2018 pasal 93 (Kekarantinaan Kesehatan). Aturannya hari ini akan dikeluarkan," ujar Djoko saat dikonfirmasi, Kamis, 23 April 2020.

    Tanpa sanksi terhadap larangan mudik, bisa saja perusahaan transportasi umum tetap beroperasi. Itu juga dikatakan oleh Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (Ipomi), Kurnia Lesani Adnan. Kata dia, sikap kami bisa pragmatis dan oportunis sekaligus.

    "Kalau memang gak ada orang yang mudik di situlah pragmatisnya. Kalau ada yang mau melakukan perjalanan (mudik), ya di saat itu juga kami jadi oportunis,"ujarnya beberapa waktu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.