Lesunya Penjualan LCGC Diprediksi Berlanjut di Kuartal II 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu meluncurkan mobil LCGC tiga baris kursi yaitu New Sigra di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten Senin 16 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Daihatsu meluncurkan mobil LCGC tiga baris kursi yaitu New Sigra di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten Senin 16 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kinerja pasokan pabrik ke dealer atau wholesales yang melambat untuk segmen Low Cost Green Car atau LCGC pada kuartal pertama 2020 diprediksi berlanjut ke periode berikutnya. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), segmen LCGC membukukan total wholesales sebanyak 51.685 unit, turun 1,3 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2019 yang mencatatkan 52.386 unit.

    Sementara dari sisi retail, kinerja penjualan mobil di segmen ini terkoreksi 13 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang mencatatkan 53.166 unit. Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan secara umum, pasar otomotif mengalami pelambatan secara tahunan karena berbagai macam faktor.

    "Banjir di awal tahun dan pembatasan aktivitas akibat pandemi corona saat ini menjadi faktor. Penjualan Honda juga terdampak penurunan pasar, meskipun permintaan untuk model KBH2, yakni Honda Brio Satya masih cukup baik," tuturnya kepada Bisnis, Jumat 24 April 2020.

    Data wholesales Gaikindo menyebutkan, Brio Satya mencatatkan total penjualan 12.722 unit. Jumlah itu menempatkan Brio Satya di posisi kedua mobil KBH2 terlaris, di bawah capaian Daihatsu Sigra yang membukukan 13.467 unit atau turun 2,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

    Kendati demikian, Billy mengatakan Brio Satya masih memimpin segmen KBH2 dari sisi penjualan retail dengan total penjualan sebanyak 13.065 unit untuk periode tiga bulan pertama tahun ini.

    Sementara itu, Billy memperkirakan kuartal kedua 2020 kemungkinan akan masih terdampak oleh efek virus corona. Dia pun tidak dapat memproyeksikan kondisi pasar karena ketidakpastian situasi.

    "Kuartal kedua kemungkinan masih akan terdampak oleh efek pandemik saat ini, tetapi masih sulit untuk memprediksi karena kondisi yang belum pasti dan berubah dengan cepat. Tentunya kami berharap kondisi ini tidak berlangsung terlalu lama dan pasar dapat bangkit kembali," ujarnya.

    Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan pelemahan pasar otomotif nasional akibat virus corona akan melanda semua segmen. Menurutnya, ke depan, agen pemegang merek (APM) akan semakin sulit karena permintaan pasar domestik sangat kecil, leasing juga sangat berhati-hati dalam memberikan kredit, dan ekspor turut terkena imbas dari Covid-19 yang melanda lebih 200 negara di dunia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.