PSBB, Layanan Bengkel Mobil Honda Tetap Tersedia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Brio.

    Honda Brio.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor memastikan layanan bengkel tetap tersedia untuk para pelanggan Honda, meski telah memutuskan untuk kembali memperpanjang penutupan sementara pabrik.

    Bussines Innovation & Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan semua bengkel yang mendapatkan izin operasi tetap tersedia untuk menjaga komitmen kepada pelanggan.

    "Sama seperti yang sebelumnya, bengkel yang sudah mendapatkan ijin beroperasi stand by untuk melayani konsumen yang membutuhkan. Bisa melalui program Home Service kami atau Pick Up Service," ujar Billy kepada Bisnis, Minggu 26 April 2020.

    Program Home Service Honda saat ini didukung sebanyak 118 diler di berbagai kota di Indonesia. Pekerjaan servis meliputi perawatan berkala 1.000 kilometer serta perbaikan ringan seperti perbaikan karet wiper dan aki. Untuk perbaikan dan proses perawatan berkala yang membutuhkan peralatan khusus di servis 40.000 kilometer, 60.000 kilometer dan 80.000 kilometer, Honda menyediakan layanan Pick Up Service untuk menjemput mobil pelanggan ke bengkel resmi terdekat.

    Sementara itu, dari sisi penjualan, Billy mengatakan pelanggan dapat menghubungi situs web resmi Honda dan dealer bersangkutan, hingga media sosial dan platform market place Honda.

    Honda diketahui memperpanjang masa penghentian sementara lini produksinya di Karawang, Jawa Barat, hingga 8 Mei 2020, setelah sebelumnya menutup sementara kegiatan produksi pabrik selama dua pekan dari 13 hingga 24 April 2020.

    Billy menyatakan keputusan untuk memperpanjang masa penangguhan berlandaskan pada kondisi pasar yang sangat menurun, diikuti penurunan pasokan komponen secara global.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.