Pandemi Corona, Pabrik Mobil di Eropa Kembali Beroperasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Desain depan Volkswagen ID.3 tidak terdapat gril depan untuk masuknya udara, karena mobil ini mengenakan mesin listrik. REUTERS/Matthias Rietschel

    Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Desain depan Volkswagen ID.3 tidak terdapat gril depan untuk masuknya udara, karena mobil ini mengenakan mesin listrik. REUTERS/Matthias Rietschel

    TEMPO.CO, Frankfurt - Volkswagen akan memulai kembali produksi di pabrik Wolfsburg di Jerman pada hari Senin, 27 April 2020. Menjadikan VW yang pertama mengoperasikan pabrik setelah beberapa pekan ditutup karena lockdown pandemi corona (COVID-19). 

    VW, merayakan pembukaan kembali pabrik terbesarnya di Wolfsburg dengan membuat kartun logo virus corona yang sedang terjepit.

    Didorong oleh penurunan kasus baru selama pandemi corona, Jerman telah mengizinkan toko ritel kecil untuk dibuka kembali, asalkan mereka mematuhi aturan ketat menjaga jarak (physical distancing) dan kebersihan. Sekarang perusahaan besar juga diizinkan untuk kembali beroperasi.

    BMW dan VW mengandalkan kemampuan Jerman untuk melacak dan memutus rantai virus corona baru, dan sistem perawatan kesehatan yang mampu melakukan pengujian ekstensif untuk mengidentifikasi kemungkinan pembawa penyakit.

    Pabrik-pabrik Eropa telah mengubah pola kerja, dengan mengedepankan kebersihan dan pembersihan yang lebih ketat serta jarak antar pekerja (physical distancing).

    Sebagai bagian dari kartun Volkswagen, logo VW merayakan dengan "jempol" setelah mengalahkan virus.

    “Pada hari Senin, industri otomotif Jerman kembali. Kami di Volkswagen telah menggunakan jeda lima minggu untuk mempersiapkan diri untuk memulai kembali produksi,” kata ketua dewan kerja VW Bernd Osterloh seperti dilansir Reuters, Senin, 27 April 2020.

    BMW mengatakan akan memulai perakitan mesin mulai Senin ini. BMW ingin membuka kembali pabriknya di Goodwood, Inggris, dan Spartanburg di South Carolina pada 4 Mei, diikuti oleh Dingolfing, Jerman dan San Luis Potosi di Meksiko pada 11 Mei. Meski demikian, BMW menambahkan pembukaan kembali pabrik-pabrik itu tergantung pada permintaan pasar.

    Pabrik lain di Leipzig, Regensburg, dan Rosslyn, Afrika Selatan, akan dibuka setelah 18 Mei, dimulai dengan sistem satu shift. Sementara itu, pabrik BMW di Shenyang, Cina telah berproduksi sejak 17 Februari.

    Pekerja harus memakai masker atau pelindng wajah dan menjaga jarak satu sama lain. Tempat duduk pada bus antara jemput karyawan di pabrik BMW telah diubah, seperti halnya proses masuk dan keluar bus.

    Pekerja harus datang ke pabrik dengan sudah mengenakan pakaian pabrik mereka. Hal ini untuk menghindari penumpukan karyawan di ruang ganti. Jalur yang ditunjuk di pabrik telah diubah untuk memastikan ada lalu lintas "satu arah" saja, kata BMW.

    Pabrik Mercedes-Benz di Sindelfingen dan Bremen juga membuat persiapan untuk meningkatkan produksi.

    Tidak seperti Italia dan Spanyol, Jerman tidak pernah melarang produksi mobil. Pabrik terhenti setelah pihak berwenang membatasi pergerakan orang dan memerintahkan penutupan dealer mobil. Dampaknya, permintaan mobil menurun. 

    Fiat Chrysler akan membuka pabrik Sevel di Italia tengah pada hari Senin, dengan rencana untuk melanjutkan produksi pada tingkat antara 70 persen-80 persen.

    Di Prancis, Toyota minggu ini memulai kembali sebuah pabrik perakitan di Valenciennes dan Renault mulai memproduksi mesin di pabriknya di Cleon, sebelah barat Paris. Langkah ini akan diikuti oleh pabrik Renault di Flins, sebelah barat Paris, di mana hanya 25 persen dari tenaga kerja akan melanjutkan pekerjaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.