Nissan Hadapi Situasi Terburuk Setelah Krisis Global 1998

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Nissan. REUTERS/Aly Song

    Logo Nissan. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta -  Produsen otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co, tengah bersiap menghadapi situasi terburuk terkait wabah virus corona baru (COVID-19). Situasinya bahkan disebut sebagai yang terburuk setelah krisis moneter 1998.

    Pabrikan Jepang itu memperkirakan akan membukukan kerugian operasi tahunan pertamanya dalam 11 tahun terakhir. Saat ini, pembuat mobil Jepang tersebut tengah berjuang untuk pulih dari jatuhnya penjualan kendaraan karena pandemi virus corona yang melemahkan permintaan.

    Dalam sebuah pernyataan, Nissan mengatakan bahwa mereka memperkirakan kerugian operasi tahunan mencapai 45 miliar yen (setara Rp 6,5 triliun dengan kurs saat ini Rp 144 per yen), turun dari perkiraan sebelumnya yang diumumkan pada bulan Februari untuk laba operasi sebesar 85 miliar yen (Rp 12,2 triliun).

    Pihaknya memperkirakan akan membukukan rugi bersih sebanyak 95 miliar yen (Rp 13,7 triliun), dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya untuk laba bersih sekitar 65 miliar yen (Rp 9,3 triliun).

    Saat ini, Nissan sedang bersiap untuk kinerja keuangan terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu, ketika membukukan kerugian operasi sebesar 137,9 miliar yen (Rp 19,9 triliun).

    "Kinerja perusahaan terus menurun, terutama dipengaruhi oleh pandemi COVID-19," kata Nissan dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Rabu, 29 April 2020.

    Produsen otomotif asal Jepang, Nissan juga akan menunda untuk mengumumkan hasil keuangan tahunan dan rencana restrukturisasi hingga 28 Mei. Sebelumnya hal itu telah dijadwalkan pada pertengahan Mei .

    "Nissan mengantisipasi waktu tambahan untuk menyelesaikan hasil dan saat ini sedang meninjau dampak keuangan yang tepat," kata pernyataan itu.

    Pembuat mobil global, dalam situasi saat ini sedang bersiap untuk menerima hasil yang kurang memuaskan dalam penjualan globalnya.

    Pada Selasa, 28 April 2020, waktu setempat, Nissan itu telah mengumumkan bahwa penjualan mobil global mereka turun sebanyak 43 persen atau hanya 4,8 juta unit di bulan Maret dibandingkan dengan tahun lalu.

    Turunnya penjualan telah mendorong perusahaan untuk memangkas jumlah mobil yang akan diproduksi di Jepang pada Mei sebesar 78 persen dari tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.