Tesla Kini Otomatis Bisa Berhenti Saat Lampu Merah, Tapi..

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tesla otomatis mengurangi kecepatan saat ada deteksi lampu merah. Sumber: carscoops.com

    Tesla otomatis mengurangi kecepatan saat ada deteksi lampu merah. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaTesla telah mulai meluncurkan pembaruan peranti lunak ke kendaraan terbarunya yang memungkinkan kendaraan tersebut merespons lampu lalu lintas dan tanda berhenti.

    Perangkat lunak Autopilot yang diperbarui diperkenalkan ke sejumlah kendaran Tesla pada akhir Maret. Sekelompok pemilik Tesla terpilih yang dapat menguji pembaruan baru itu sebelum Tesla memperkenalkan ke seluruh pelanggannya. Sekarang, pembuat mobil telah mengumumkan pembaruan perangkat lunak akan diperkenalkan ke kendaraan Tesla yang dilengkapi dengan hardware 3, versi terbaru dari komputer onboard yang mendukung Autopilot, serta paket opsional Kemampuan Berkendara Mandiri Penuh, The Verge melaporkan .

    Saat diaktifkan, mobil akan secara otomatis melambat untuk berhenti ketika mengenali lampu lalu lintas merah atau tanda berhenti. Untuk membuat kendaraan berakselerasi kembali ke kecepatan setelah berhenti, pengemudi perlu menarik turun satu kali pada stik Autopilot atau mengetuk pedal akselerator.

    Tak lama setelah meluncurkan fitur ke armada akses awal, Tesla menyatakan dalam rilisnya mencatat sistem tidak akan bekerja di semua persimpangan, seperti persimpangan kereta api atau penyeberangan pejalan kaki.

    "Seiring waktu, seperti yang kita pelajari dari armada, fitur akan mengontrol lebih alami," tambah Tesla. "Kinerja dapat menurun di lingkungan yang sulit dengan pejalan kaki, hujan, sinar matahari langsung atau ketika mendekati kontrol lalu lintas yang terhalang."

    Tesla juga menekankan bahwa pengguna harus memperhatikan dan siap untuk mengambil tindakan segera setiap saat, termasuk pengereman, ketika sistem diaktifkan.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.