Corona, Balap Ketahanan Suzuka 8 Jam Akan Digeser ke November

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Gilang berkiprah dalam balap Suzuka 8 Hours Endurance di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu 29 Juli 2018. Dok AHM

    Andi Gilang berkiprah dalam balap Suzuka 8 Hours Endurance di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu 29 Juli 2018. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - Balap Suzuka Endurance 8-Hours biasanya digelar pada musim panas, namun tahun ini dipindah pada menjelang akhir tahun 2020. Hal tersebut disebabkan wabah Coronavirus yang hingga saat ini masih meluas. Hal tersebut mempengaruhi sejumlah agenda balap dan banyak seri yang harus dibatalkan.

    Tanggal baru untuk Suzuka 8-Hours 2020 adalah hari Minggu, 1 November yang semula direncanakan pada 19 Juli 2020. Hingga saat ini pandemi Corona juga menyerang Jepang sebagai tuan rumah balap ketahanan.

    "Krisis kesehatan global, kendala logistik dari pembatasan masuk Jepang dan prioritas kami untuk melindungi kesehatan semua orang yang terlibat dalam FIM EWC, telah membuatnya perlu untuk menunda Suzuka 8 Jam," kata François Ribeiro, Head of Eurosport Events.

    “Pujian adalah karena Mobilityland mengadaptasi kalender Suzuka untuk memastikan bahwa balapan besar dalam kejuaraan ini tetap menjadi perayaan terbesar Jepang bagi penggemar balap motor. Untuk membantu tim dengan persyaratan logistik mereka dalam fase pembukaan musim EWC FIM 2020-2021, kami akan menmindah jadwal balap Ketahanan Sepang 8 Jam hingga Januari jika perlu, tepat sebelum pre-tes SBK/MotoGP."

    Melihat sisa musim 2019-2020, akan ada balapan 24 Heures Motos (29 & 30 Agustus) diikuti oleh Bol d'Or (19 & 20 September), dan kemudian diakhiri dengan grand finale FIM EWC di Suzuka 1 November).

    ASPHALT AND RUBBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.