Jaket dengan Airbag Bisa Selamatkan Pengendara saat Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaket motor Ixon dengan perlindungan airbag.Sumber: motorcyclenews.com

    Jaket motor Ixon dengan perlindungan airbag.Sumber: motorcyclenews.com

    TEMPO.CO, London - Airbag awalnya hanya dipakai pembalap dalam kejuaraan balap kelas MotoGP dan Superbike. Namun kini jaket dengan airbag telah dikembangkan untuk pengendara di jalanan, apalagi harga perangkat ini lebih murah sekitar £ 400 atau Rp 7,4 juta di Eropa.

    Dikutip dari MCN, jaket dengan airbag memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan hanya sekadar protektor. Anehnya, sebagian besar produsen airbag tidak membuat klaim spesifik tentang seperti apa perlindungan. Hanya Alpinestars dan Dainese, yang mengatakan sistem mereka menawarkan perlindungan sebanyak 18 pelindung belakang.

    Protektor jaket dirancang untuk melindungi terhadap cedera melalui benturan dengan tanah - bukan benda besar yang tidak bergerak seperti mobil. Dalam kecelakaan yang sangat umum ini, selain di bagian kepala belakang, bagian dada dan punggung yang menanggung beban. Area inilah yang dirancang untuk dilindungi oleh sistem kantong udara yang berfokus pada jalan.

    Sebuah studi kecil di Perancis, yang mengambil sampel 27 kecelakaan dari pengendara yang menggunakan airbag dan juga tes eksperimental yang mengerikan menggunakan manekin sebagai dummies crash-test. Studi ini menemukan bahwa rompi airbag mencegah cedera serius dan mengancam jiwa terhadap thorax pada kecepatan benturan hingga 50 km per jam. Tingkat energi benturan yang menghantam pada kecepatan itu sangat besar; tidak ada alat pengaman yang dapat menjamin keselamatan pengendara.

    Sistem airbag memiliki tiga jenis yang berbeda, masing-masing berbeda dalam pemicunya. Yang pertama adalah sistem elektronik dan otomatis yang mengandalkan akselerometer bawaan, giroskop, dan GPS untuk memberi informasi ke ECU pusat yang kemudian akan menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi adanya kehilangan kendali.

    Berikutnya adalah sistem elektronik yang menggunakan sensor yang terhubung dengan pancaran radio pada motor itu sendiri untuk mendeteksi kecelakaan. Akhirnya, ada sistem yang paling sederhana yang menggunakan pemicu mekanik yang akan memicu airbag ketika ada tekanan sekitar 25kg.

    MCN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.