Suzuki Jimny 5 Pintu Dijual November, Hanya Pakai 2WD?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Render Suzuki Jimny 5 pintu. Sumber: Koneca.ru

    Render Suzuki Jimny 5 pintu. Sumber: Koneca.ru

    TEMPO.CO, JakartaSuzuki Jimny 5 pintu telah menjadi salah satu mobil off-road mini yang banyak dinantikan pengemarnya. Mobil kabarnya akan dirakit di India lewat Maruti Suzuki menjadi pabrik kedua yang akan merakit Jimny setelah Jepang. Pabrik Maruti akan merakit Jimny dengan 5 pintu berbeda dengan Jepang yang memasarkan versi 3 pintu.

    Jimny Mk4 merupakan versi 5 pintu dengan jarak sumbu roda yang diperpanjang tetapi masih berukuran tidak lebih dari 4.000 mm. Desainnya harus kurang lebih sama dengan versi 3-pintu. Di India, Suzuki Jimny diberi nama Gypsy untuk pasar lokal namun untuk generasi Mk4 belum jelas apakah akan mempertahankan nama tersebut.

    Pada versi 3 pintu dibuat secara eksklusif dalam tata letak drivetrain 4WD, versi 5 pintu ditawarkan dalam 2WD agar lebih mudah diakses. Hal ini akan bertentangan dengan apa yang menjadi kelebihan Jimny, tetapi penghilangan sistem 4x4 dapat menekan harga yang jauh lebih rendah dan konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Dua faktor paling penting untuk keberhasilan penjualan di India.

    Jimny 2021 kemungkinan akan menggunakan mesin bensin empat silinder K15B. Secara internasional, mesin K15B dari Mk4 Suzuki Jimny 3-pintu mampu menghasilkan tenaga 102 PS pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.000 rpm. Mobil ini mengandalkan transmisi manual 5 kecepatan dan otomatis 4 kecepatan.

    Maruti Suzuki dikatakan akan meluncurkan Jimny 2021 di India pada November tahun ini dan menjualnya melalui dealer NEXA. Selain pasar lokal, Maruti disebut-sebut akan mengekspor ke negara lain. Jimny lima pintu akan dijual pada harga mulai dari satu juta rupee atau Rp 217 juta, menurut Autocar India.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.