Tesla Kembangkan Sensor yang Dapat Membaca Rambu Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung mengamati sebuah mobil listrik Tesla Model 3 dalam ajang Canadian International Autoshow 2020 di Toronto, Kanada, 18 Februari 2020. REUTERS/Chris Helgren

    Para pengunjung mengamati sebuah mobil listrik Tesla Model 3 dalam ajang Canadian International Autoshow 2020 di Toronto, Kanada, 18 Februari 2020. REUTERS/Chris Helgren

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi AS, Tesla Inc mengenalkan fitur baru berupa sensor yang dapat membaca rambu lalu lintas, namun keamanan fitur itu diragukan otoritas keselamatan jalan raya setempat.

    Fitur itu dapat mengenali warna lampu lalu lintas, kemudian membuat mobil berhenti jika sensor mengenali lampu merah yang menyala. Sistem juga dapat mengenali lampu kuning berkedip (rambu hati-hati/kurangi kecepatan), dan lampu hijau tanda berjalan.

    Menurut USA Today yang dikutip Selasa, 5 Mei 2020, fitur berhenti otomatis itu memanfaatkan sistem kerja Traffic Aware Cruise Control atau Autosteer yang sudah dicoba beberapa pemilik Tesla terpilih.

    Fitur itu akan memperlambat mobil saat sensor mendeteksi lampu merah pada rambu lalu lintas, termasuk yang berwarna hijau atau kuning.

    Mobil akan berhenti ketika sensor membaca lampu merah tanda berhenti. Mobil akan kembali berjalan jika pengemudi menekan tuas persneling atau menginjak pedal gas.

    Namun teknologi baru Tesla itu tersandung rekomendasi Badan Keselamatan Transportasi AS.

    Alasannya, sistem autopilot Tesla pernah menyebabkan tiga kecelakaan fatal karena gagal mendeteksi objek bahaya di depan mobil.

    Badan Keselamatan Lalu Lintas AS (NHTSA) mengatakan melalui pernyataan tertulis bahwa mereka "akan memonitor kinerja teknologi itu".

    Jason Levine, direktur eksekutif Center for Auto Safety mengatakan Tesla menggunakan fitur itu untuk menjual mobil dan mendapatkan perhatian media, meskipun itu mungkin tidak berhasil. "Sayangnya, itu cara yang sulit," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.