Pandemi Corona, Penjualan Toyota Menurun Sejak Minggu Kedua Maret

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Avanza Veloz di pameran GIIAS 2019. 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota Avanza Veloz di pameran GIIAS 2019. 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor atau TAM memastikan penjualan mobil pada bulan April mengalami penurunan. Pandemi virus corona baru (Covid-19) disebut menjadi faktor yang membuat penjualan mobil anjlok. 

    "Dengan kondisi leasing (seleksi pembiayaan) yang ketat dan masa Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) pastinya akan ada penurunan di bulan April," kata Direktur Marketing Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, Selasa 5 Mei 2020.

    Menurut Anton, dampak virus corona mulai terasa pada minggu kedua Maret 2020. Angkanya semakin menurun pada minggu ketiga dan berlanjut hingga saat ini seiring dengan pemberlakukan PSBB di sejumlah daerah. 

    Anton berharap dalam dua bulan ke depan masa PSBB bisa berakhir. Sehingga aktivitas perusahaan bisa kembali normal. "Setelah PSBB, kami harap penjualan kembali membaik," ujarnya.

    Merujuk data Gaikindo, Anton menyebut data wholesales Toyota dan Lexus per Januari 2020 mencapai 24 ribu unit. Dilanjutkan pada Februari mencapai 25 ribu unit dan pada Maret naik menjadi 26 ribu unit. Sedangkan untuk data retail per Maret 2020 mencapai 17 ribu unit lebih. "Januari sampai Maret masih lumayan karena belum ada PSBB," ujarnya.

    Anton tak menampik bahwa pandemi covid-19 membuat industri otomotif terpaksa mengubah sejumlah strategi. Kata dia, kondisi saat ini sangat sulit. Sebab tak hanya menghantam penjualan tetapi juga industri otomotif secara keseluruhan.

    "Toyota itu penjualannya 90 persen di domestik. Pasti dampaknya sangat tinggi, terutama di produksi. Kami punya pekerjaan rumah, bagaimana mengatur efisiensi dan sebagainya," ujarnya.

    "Untuk penjualan bagaimana menjaga demand dan suplai ideal agar kebutuhan konsumen tetap terjaga," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.