Bisnis Rental Mobil Sepi Akibat Corona, Nyaris Gulung Tikar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rental mobil. TEMPO/Dinul Mubarok

    Rental mobil. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona menyebabkan semua orang berada di rumah untuk memangkas penyebaran penyakit ini. Hal ini mengakibatkan rental mobil mengalami penurunan konsumen. "Sudah hampir dua bulan kami tidak bisa beroperasi, kami putuskan untuk libur karena tidak ada juga penyewa yang datang," ungkap Hendry dari Agra Rental Mobil kepada Antara, Selasa 5 Mei 2020.

    Meski usaha miliknya masih tergolong belum terlalu besar, yakni dengan unit di bawah 10 unit, Hendry mengaku akan lebih teliti jika ada konsumen yang ingin melakukan penyewaan mobil karena maraknya kejahatan pada kondisi seperti saat ini

    "Kondisi begini tamu juga ga ada, kita juga harus hati-hati karena banyak kejahatan dan risiko wabah virus. Jadi kita harus lebih teliti kalau nerima tamu," jelas dia.

    Tak hanya Hendry, Direktur dari PT Trans Pacific Global, Verawati Basri merasakan hal yang serupa. Namun nasib PT Trans Pacific Global masih bisa bernafas panjang karena usaha yang digeluti oleh Vera lebih banyak menangani perusahaan dan juga instansi pemerintahan.

    "Kalau kami dibilang kena dampak ya pasti ya, cuma lebih ke pembayaran kita yang jadi pending semua. Kalau batal kita sih nggak ada ya, karena kita memang menyasar lebih ke perusahaan dan instansi pemerintah jadi itu udah kontrak sebelumnya," ungkap Vera.

    PT Trans Pacific Global yang memiliki lebih dari 400 unit kendaraan, sudah sejak Februari memiliki permasalahan dalam menagih biaya penyewaan kendaraan dari berbagai perusahaan dan instansi yang dilayani.

    "Karena payment nya bukan langsung ya, pemakaian Januari bayar Februari atau Maret. Ya bisa dibilang semenjak himbauan untuk stay at home, jadi dari kurang lebih dari Februari belum ada pemasukan hingga kini," jelas dia.

    Meski demikian, Vera tidak berniat untuk merumahkan atau memutus hubungan kerja dengan karyawannya yang berjumlah 40 orang dan bertugas di kedua cabang perusahaannya di Jakarta. "Mereka ini kan bisa dibilang harus memberi makan paling tidak tiga orang yaitu keluarganya, kalau satu kita ga kasih makan (yaitu pegawai), otomatis keluarga mereka juga terkena dampak," terang dia.

    "Mereka juga loyal terhadap perusahaan, jadi konsekuensi juga akan lebih berat dari itu kalau sampe kita putus apalagi saat ini mau lebaran," tambah dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.