Terungkap, Honda Siapkan Motor Penjelajah Baru Mesin 4 Silinder

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar paten motor penjelajah Honda. Sumber: indianautosblog.com

    Gambar paten motor penjelajah Honda. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, Tokyo -  Honda sedang menyiapkan sepeda motor baru dengan model penjelajah atau ADV yang terungkap dari gambar paten. Model ini akan menggunakan mesin 4 silinder yang kemungkinan akan dijual pada tahun mendatang.

    Dapat dilihat dalam gambar paten bahwa ADV kelas menengah buatan Honda ini kemungkinan akan mengarap motor petualangan jalan raya. Motor ini memiliki desain yang sporty dengan fairing setengah yang runcing yang terintegrasi dengan tangki bahan bakar. Ada velg cast wheels yang lebih cocok untuk penggunaan jalan daripada off-road. Sepeda motor ini juga menggunakan ban jalanan ketibang model dual purpose. Ada windshield besar untuk menjaga dari angin.

    Fitur sporty lainnya dari model ADV Honda ini adalah sistem knalpot 4x2 dengan swingarm sebelah. Fitur lainnya stang tipe tubular dengan hand guard, kaliper rem depan radial, suspensi depan USD dan model yang agresif.

    Gambar paten motor penjelajah Honda. Sumber: indianautosblog.com

    Mesin 4 silinder segaris tidak begitu populer di motor petualangan karena berbagai alasan. Mereka memiliki dimensi besar dan lebar. ADV harus sempit dan seringan mungkin untuk menaklukan medan yang tak terduga pada medan off-road. Jumlah silinder yang lebih sedikit penting karena motor penjelajah lebih membutuhkan tenaga dari bawah hingga menengah daripada power yang besar.

    Model ADV kelas menengah Honda ini diduga akan menggunakan mesin Honda CBR650R yang merupakan empat silinder segaris. Namun kenyataannya kita tunggu saat model baru meluncur.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.