Corona, Supir Bus Alih Profesi Tukang Becak hingga Jual Gorengan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asisten pengemudi PO Maju Lancar, Agus kini beralih profesi jadi tukang becak setelah busnya berhenti beroperasi. Sumber: instagram @pb_ipomi

    Asisten pengemudi PO Maju Lancar, Agus kini beralih profesi jadi tukang becak setelah busnya berhenti beroperasi. Sumber: instagram @pb_ipomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi covid-19 yang melumpuhkan aktivitas bisnis perusahaan otobus membuat sejumlah karyawan, baik itu sopir bus maupun kernet terpaksa alih profesi. Ada yang menjadi tukang becak, nelayan, hingga menjual gorengan.

    Agus misalnya, asisten pengemudi dari P.O Maju Lancar itu kabarnya memilih menjadi tukang becak. Lalu, Lesmanah Kusumah yang sebelumnya berprofesi sebagai pengemudi P.O Termuda, kini dikabarkan menjual gorengan di Alun-Alun Luragung, Kuningan, Jawa Barat.

    "Ya betul, ada beberapa yang alif profesi sementara. Di perusahaan Otobus lain juga bangak, laporannya sebagian ada yang melaut, ke ladang, atau menjadi pengemudi truk dan angkot,"ujar Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda (Ipomi), Kurnia Lesani Adnan saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Mei 2020.

    Alif profesi itu dilakukan untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Sebab, untuk sementara waktu perusahaan otobus dilarang beraktivitas sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

    ADVERTISEMENT

    Aturan terkait dengan upaya pemerintah memutus penyebaran virus corona yang mulai terdeteksi di Indonesia pada awal Meret lalu. Per hari ini, jumlah korban virus corona yang terkonfirmasi oleh Pemerintah Indonesia sudah mencapai 12.438 orang.

    Adapun jika kondisi sudah normal, para karyawan yang untuk sementara dirumahkan masih bisa kembali bekerja di masing- masing perusahaannya. Itu dibenarkan oleh, Kurnia Lesani Adnan yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Angkutan Orang DPP Organda. "Tetap kami terima,"ujar Sani sapaan akrabnya.

    WIRA UTAMA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...