Uniknya Motor Listrik RMK Tanpa Hub di Bagian Roda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor listrik RMK tanpa adanya hub di bagian roda belakang. Sumber: visordown.com

    Motor listrik RMK tanpa adanya hub di bagian roda belakang. Sumber: visordown.com

    TEMPO.CO, Jakarta - RMK adalah motor listrik pertama yang mencapai produksi penuh dengan fitur penggerak listrik, serta bagian belakang tanpa hub. E2 diklaim memiliki tenaga puncak mencapai 50 kW (67bhp) dan torsi instan 320Nm dengan kecepatan maksimum dibatasi hingga 100mph. Tampilan motor yang unik telah banyak membuat penyuka otomotif terpukau. Motor ini akan masuk dapur produksi dan dipasarkan beberapa bulan mendatang.

    Visordown melaporkan pembuat motor listrik ini mengklaim bahwa desain dan konstruksi sepeda membantu mengurangi massa yang tidak terlepas, sebanding dengan sepeda motor konvensional - bukan prestasi yang dapat dikelola oleh banyak sepeda motor listrik.

    Dalam hal ini, RMK juga mengklaim bahwa massa rotasi sepeda motor listrik ini jauh lebih kecil dan dapat membantu percepatan serta efisiensi.

    Motor ini dibilang sangat unik, pada bagian velg belakang didesain seolah tidak menggunakan hub, pengereman dari motor ini dikerjakan oleh motor hub-mount yang menurut RMK memiliki torsi yang cukup untuk bertindak sebagai sistem pengereman regeneratif.

    Tidak hanya bagian hub saja, motor ini juga memiliki fitur menarik lainnya yang menjadi lazim di setiap sepeda listrik seperti pembaruan over-the-air yang diunduh oleh sepeda secara otomatis dari cloud.

    Motor ini juga dilengkapi dengan layar besar yang dipasang di tank tangki bahan bakar yang dapat berhadapan antarmuka pengendara dengan sepeda dan sistem dari motor itu.

    Calon konsumen juga sudah bisa memesan kendaraan ini dengan uang muka sebesar 2000 euro, yang akan dikurangkan dari harga akhir sepeda.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.