Nissan dan Renault Akan Menggunakan Mesin Mercedes-Benz

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Kicks e-Power yang akan dirilis di Thailand pada 19 Maret 2020. Sumber: headlightmag.com

    Nissan Kicks e-Power yang akan dirilis di Thailand pada 19 Maret 2020. Sumber: headlightmag.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi menggarap proyek bersama dengan Daimler untuk mengembangkan mesin. Kerjasama ini diperkenalkan pertama kali pada Desember 2017. Mesin ini nanti akan digunakan Mercedes-Benz, Renault, Nissan dan Dacia dan dikenal dengan nama yang berbeda tergantung pada perusahaan. Renault dan Dacia menyebutnya TCe, Mercedes-Benz menyebutnya M 282 dan Nissan menyebutnya HR13.

    Salah satu kendaraan yang mengadopsi mesin ini adalah Nissan Kicks yang dijual di India dengan mesin bensin 1.3 liter turbo. Ketersediaan mesin ini akan diperluas ke lebih banyak SUV nanti.

    Renault Duster juga telah dilengkapi dengan mesin bensin 1.3 liter turbo. Namun, mesin ini diperkenalkan lebih dulu dalam Nissan Kicks. Renault Duster akan tersedia dengan mesin ini akhir tahun ini di India, bersama dengan 6-speed MT dan opsi CVT. Renault Captur juga diharapkan menerima mesin penggerak dengan motor listrik.

    Tidak seperti Daimler, Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance menawarkan mesin bensin 1,3 liter bahkan tanpa injeksi langsung. Nissan Micra Mk5, misalnya, yang dapat diperoleh dengan mesin HR13 tanpa injeksi langsung (100 PS / 160 Nm dengan 5-speed MT atau 100 PS / 144 Nm dengan CVT) atau dengan injeksi langsung (117 PS / 180 Nm dengan 6-speed MT).

    Di India, Nissan Kicks mendapatkan mesin HR13 dengan injeksi langsung dengan DDT dalam nama mesin. DDT adalah singkatan dari DOHC, Direct injection, dan Turbocharged. Mesin ini akan tersedia dengan MT 6-percepatan dan CVT. Tenaga maksimum dan torsi maksimumnya masing-masing adalah 156 PS dan 254 Nm.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.