Tesla Model 3 Long Range Mulai Diproduksi di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembuatan mobil Tesla Model 3 di Shanghai, Cina 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song

    Pembuatan mobil Tesla Model 3 di Shanghai, Cina 7 Januari 2020. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Beijing - Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla Inc, melaporkan telah mulai produksi Tesla Model 3 Long Range di pabrik Shanghai, Cina, Reuters, Kamis, 14 Mei 2020. Tesla berharap dapat segera mengirimkan unit terbarunya ini ke pelanggan di negara itu.

    Perusahaan itu mengatakan model itu akan dijual dengan harga 344.050 yuan (setara Rp 718,5 juta, kurs saat ini Rp 2.088 per yuan). Tesla menyebut harga tersebut akan tetap stabil meski pemerintah setempat akan menghapus subsidi pembelian kendaraan listrik dengan harga lebih dari 300.000 yuan (setara Rp 626,5 juta) mulai Juli 2020. 

    Saat ini, harga awal untuk Tesla Model 3 Standard Range adalah 271.550 yuan (setara Rp 567,1 juta) setelah subsidi.

    Tesla mulai melakukan pengiriman 15 unit sedan buatan pabrik Shanghai di Cina pada 30 Desember 2019. Pabrik dengan nilai investasi US$ 2 miliar itu memiliki kapasitas produksi 1.000 unit per minggu dan mengklaim permintaan kendaraan listrik di Cina sangat tinggi. 

    Pendapatan penjualan Tesla di Cina melonjak 64 persen menjadi US$ 669 juta pada kuartal ketiga 2019, sementara angka di Amerika Serikat turun 39 persen menjadi US$ 3,13 miliar, menurut laporan keuangan yang dipublikasikan Tesla.

    Pada April lalu,  Tesla berhasil menjual 3.635 unit kendaraan Tesla Model 3 di Cina sepanjang April 2020. Menurut Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) seperti dilaporkan Reuters, 11 Mei 2020, angka itu turun 64 persen dibanding Maret 2020.

    Seluruh unit tersebut diproduksi di pabrik Tesla di Shanghai. Badan industri setempat mengatakan selama briefing online bahwa Tesla memproduksi lebih dari 10.000 unit di Shanghai bulan lalu.

    Berdasarkan data CPCA, Tesla menjual 10.160 kendaraan di bulan Maret, naik dari sekitar 3.900 unit di bulan Februari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.