Masa PSBB, Pembelian Mobil Daihatsu Secara Tunai Meningkat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu meluncurkan mobil LCGC tiga baris kursi yaitu New Sigra di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten Senin 16 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Daihatsu meluncurkan mobil LCGC tiga baris kursi yaitu New Sigra di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten Senin 16 September 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, JakartaPT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyatakan adanya kenaikan pembelian kendaraan baru secara tunai (cash) dibandingkan dengan cara kredit.

    "Kalau kami lihat, dahulu itu kan 80 persen kredit dan 20 persen cash. Sekarang sampai April kemarin cash-nya meningkat. Jadi 75 persen kredit, 25 persen tunai. Mei kredit jadi 65 persen (tunai 35 persen)," ungkap Hendrayadi Lastiyoso pada saat acara Digital Press Conference, Kamis, 14 Mei 2020.

    Hendrayaydi melanjutkan, pembelian secara tunai dilakukan konsumen yang kesulitan mengajukan aplikasi kredit melalui leasing sejalan dengan regulasi yang kian ketat oleh perusahaan pembiayaan.

    "Kalau dilihat, ini kebanyakan konsumen yang repeat order atau replace karena approval dari leasing ketat sekali. Dengan indikator angka tadi, pastinya banyak pembeli yang replace atau repeat order," kata dia.

    Ia mengatakan, imbauan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak berdampak signifikan pada minat membeli masyarakat di kawasan perkotaan.

    "Kalau diskusi dengan kepala wilayah, 'sialnya' itu kontributor terbesar Jakarta kan kena PSBB. Jadi, semua jelas ini sangat menekan area yang memberi kontribusi tinggi, tapi saya lihat DKI masih lebih tinggi diikuti Jawa Timur atau Sumatera, Jawa Tengah kemudian Kalimantan," ujar dia

    Kendati demikian, mereka tidak memungkiri bahwa penjualan Daihatsu di wilayah DKI Jakarta turun sekitar empat persen, dibandingkan dengan wilayah yang belum memberlakukan PSBB.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.