Cina Menerapkan Penjualan Mobil Online Sejak 3 Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. REUTERS/Matthias Rietschel

    Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. REUTERS/Matthias Rietschel

    TEMPO.CO, JakartaPenjualan mobil secara daring atau online di Cina telah berkembang pesat beberapa tahun lalu. Sehingga memudahkan para agen pemegang merek untuk melakukan penetrasi di tengah pandemi virus corona.

    Michael Mayer, Head of Sales and Marketing Volkswagen untuk Cina, selama hampir 3 tahun tidak pernah membawa dompetnya ketika pergi ke pasar buah dan sayur Sanyuanli, yang terletak di jantung kota Beijing, Cina.

    “Di seluruh pasar, orang hanya membayar dengan ponsel pintar. Di sini, sistem itu bekerja secara menyeluruh, sedangkan di Eropa proses tersebut masih bertumbuh,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Volkswagen, Senin 18 Mei 2020.

    Di Cina, kata Mayer, solusi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bahkan sebelum krisis Covid-19 menyerang. Hal itu pun juga berlaku pada pembelian mobil. “Pelanggan Cina selalu siap dengan smartphone mereka. Itu sebabnya konsultasi secara daring sudah mapan dan diterima sebelum Covid-19,” kata Mayer.

    Terbukti ketika Cina menerapkan kebijakan penguncian wilayah atau lockdown pada Februari 2020, pembelian mobil secara digital menunjukkan tren peningkatan. Volkswagen bahkan mampu menjual 550 unit pada Maret dalam proses yang sepenuhnya digital.

    Di sisi lain, minat terhadap ruang pameran mobil virtual juga mengalami peningkatan lantaran memungkinkan pembeli mengunjunginya dari rumah tanpa berisiko terinfeksi corona. Total, terdapat 2,5 juta pelanggan yang datang ke showroom virtual milik Volkwagen dan FAW dalam platform Autohome.

    "Kami juga mengamati minat yang semakin besar terhadap kepemilikan mobil, karena banyak orang tidak lagi ingin bergantung pada transportasi umum," tutur Mayer.

    Peluncuran mobil virtual turut mengalami peningkatan. Lebih dari 2.000 dealer Volkwagen yang menghadirkan jajaran model melalui live stream, bahkan mampu mencapai ribuan pemirsa. Mayer mengatakan rerata dealer menyajikan pertunjukan baru setiap harinya lewat aplikasi TikTok ataupun Kuaishou.

    Fakta lainnya, peluncuran Tayron GTE, sport utility vehicle (SUV) dengan drive hybrid dari Volkswagen dan FAW pada 25 April mampu menembus 11 juta tayangan selama 4 jam. Peluncuran tersebut ditayangkan secara langsung dari Changchun. "Mereka yang ingin ditemukan harus selalu menawarkan sesuatu yang baru,” ucap Mayer.

    Mayer berasumsi bahwa digitalisasi bisnis penjualan mobil akan berjalan cepat. Namun, hal itu tidak membuat Volkswagen menetapkan penjualan online sebagai satu-satunya standar murni. Dia percaya masih banyak pelanggan yang berkeinginan untuk bertemu secara pribadi dengan tenaga penjual.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.