Corona, Mitsubishi Indonesia Pikir-pikir Luncurkan Model Baru

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    Mitsubishi Xpander Cross. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Dampak pandemi virus corona (Covid-19) membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan mengubah sejumlah rencana strategis pada tahun 2020, termasuk meninjau ulang peluncuran produk baru.

    "Memang betul, kami ada beberapa rencana perubahan produk dan model. Hanya saja, dalam kondisi yang tidak pasti ini tentu saja membuat kami harus melakukan studi ulang mengenai realisasinya," kata Director of Sales & Marketing Division MMKSI, Irwan Kuncoro, Selasa, 19 Mei 2020.

    MMKSI, kata dia, akan lebih memfokuskan penjualan produk-produk yang tersedia. Seperti Mitsubishi Xpander, Pajero Sport, Triton, dan L300. Perubahan atau facelift masih terus didalami.

    "Sekali lagi bagaimana realisasinya dan kapan realisasinya, untuk saat ini kami fokus produk yang ada," katanya.

    MMKSI bahkan berencana menerapkan harga baru untuk menyiasati pasar di tengah masa pandemi Covid-19. Salah satu produk yang menjadi pertimbangan akan mengalami kenaikan harga adalah Mitsubishi L300 dan Mitsubishi Xpander. Kebijakan itu rencananya akan dimulai pada Juni 2020.

    "Langkah ini diambil dalam menyikapi dampak ekonomi dari wabah virus corona atau Covid-19," kata Head of Sales & Marketing Group MMKSI, Imam Choeru Cahya.

    Dia mengatakan MMKSI akan menaikkan harga L300 sebesar Rp1 juta dan Xpander naik menjadi Rp2 juta hingga Rp3 juta, tergantung varian. Untuk bulan Mei, dia memastikan tidak akan ada perubahan harga.

    “Mei tidak ada kenaikan harga untuk seluruh model Mitsubishi. Kami sudah sekuat tenaga mempertahankan harga ini supaya tidak naik," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.