FIF Setujui Relaksasi Kredit Rp 6,7 T, Nasabah: Pengajuan Mudah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya. Sumber: swa.co.id

    Presiden Direktur FIF Group, Margono Tanuwijaya. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Federal International Finance atau FIF mengklaim telah mengabulkan permintaan relaksasi kredit dari sekitar 683 ribu nasabah yang nilainya mencapai Rp 6,7 triliun. Kalkulasi itu didapat mulai awal April hingga 17 Mei 2020.

    "FIF dengan jaringan network yang tersebar di seluruh Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan juga memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh nasabah di tengah masa pandemi dan tantangan yang sulit ini,"kata CEO FIF Group, Margono Tanuwijaya dalam keterangan tertulisnya.

    Margono menegaskan bahwa FIF Group sebagai anak usaha Grup Astra selalu mendukung kebijakan pemerintah, dalam hal ini kebijakan soal penanganan virus corona. Seperti diketahui, per 21 Mei 2020 jumlah korban terkonfirmasi positif sudah menembus angka 20 ribu orang lebih, tepatnya 20.162. Jumlah ini juga diprediksi sejumlah ahli akan bertambah.

    "Kami terus mendukung dan semangat itu tertuang dalam motto Astra, sejahtera bersama bangsa,”ujarnya.

    Adapun proses relaksasi kredit ini juga diklaim tidak dikenakan biaya. Itu dibenarkan oleh salah seorang nasabah FIF di Balikpapan, Umar Faruk. Kata dia, prosesnya tidak memakan biaya

    "Saya sempat berpikir akan pakai biaya dan pengurusan ribet. Ternyata tidak dan saya justru dilayani dengan cepat. Saya senang karena bisa kembali menghidupi keluarga. Sebab kalau pakai biaya, saya tidak mampu, apalagi dengan order yang menurun jauh,"ujar Umar yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

    Sebagai tambahan, perusahaan pembiayaan Astra Financial telah melakukan relaksasi kredit konsumen dengan total mencapai Rp 21,9 triliun untuk 792 ribu nasabah. Angka itu juga sudah termasuk hitungan dari FIF Group sebagai bagian dari Astra Financial.

    "Sejak awal kami berkomitmen untuk mendukung kondisi untuk segera kembali ke situasi normal. Arahan dari Pemerintah dan OJK kami komunikasikan dengan baik kepada para nasabah di seluruh Lembaga Jasa Keuangan yang tergabung dalam Astra Financial," ujar Direktur Astra Financial, Suparno Djasmin.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.