Selain Gesits, Deretan Motor Listrik Ini Bisa Jadi Pilihan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda Motor Listrik Gesits ramai dicoba pengunjung Indonesia International Motor Show 2019, 27 April 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Sepeda Motor Listrik Gesits ramai dicoba pengunjung Indonesia International Motor Show 2019, 27 April 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - Motor listrik kembali ramai dibicarakan setelah proses lelang skuter Gesits bertanda-tangan Presiden Joko Widodo bermasalah. Nah, kali ini Tempo kembali beberapa motor listrik yang bisa dibeli dengan harga yang jauh lebih murah dibanding motor lelang Jokowi seharga Rp 2,5 miliar tersebut.

    Anggota aktiv Komunitas Sepeda atau Motor Listrik Indonesia (KOSMIK), Hendro Sutono menjelaskan ihwal riwayat singkat motor listrik di Indonesia. Kata dia, ada merek yang berstatus importir dan ada juga yang berstatus sebagai perakitan.

    "Kalau izin resmi dari otoritas terkait (Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian), kemungkinan sih ada semua. Tapi untuk pastinya silakan cek satu-satu, karena, saya tidak tahu pasti,"ujar Hendro saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Mei 2020.

    Hendro menambahkan, untuk sah turun ke jalan, setiap merek juga memerlukan proses perizinan dari Kementerian Perhubungan atau Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub. "Setahu saya baru Gesits, Viar dan Selis yang sudah mengantungi izin itu. Berupa sertifikat Uji Tipe,"ujarnya.

    Ada belasan merek yang juga menawarkan motor dan sepeda listrik, kata Hendro. Di antaranya, bahkan kerap mejeng di berbagai pameran otomotif nasional.
    Seperti, Gesits, Viar, Selis, Uwin Fly, Indobike, Volta, BF Goodrich, Tomara (Spesialis roda 3), Magnum (Batam), Elvindo, EC-GO SOIB (Hobby Motor), NIU, Zero (Garansindo), Melodia (SVI), Motochimp, Vintage electric, HIMO, dan Rayvolts.

    Ada juga merek yang sudah punah, kata Hendro, seperti E-moto, Trekko, Tiger, Mr. Jackie, dan WIM cycle Adapun untuk kelas sepeda listrik, di antaranya, Antelope, Lastrec, Lang-tu, Polygon, dan United yang masih dalam tahap pengembangan.

    "Produksi kendaraan listrik itu sebenarnya mudah. Yang sulit itu justru izinnya,"ujar Hendro.

    Berikut tiga daftar merek motor listrik yang diyakini resmi dan sah mengaspal di Indonesia.

    1. Viar

    Viar menawarkan New Viar Q1 dengan model skuter matik. Motor ini diluncurkan pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu. Motor yang telah memiliki dua baterai ini dibanderol Rp 18,9 juta.

    Warga mencoba Motor Listrik di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis 13 Desember 2018. Ada 50 unit motor listrik Viar Q1 yang disebar di Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan, dan Dinas Teknis Jati Baru. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Selain model skuter, Viar juga menawarkan motor listrik bergaya trail. Ya, adalah Viar E-Cross yang hadir dalam dua varian. Pertama Viar E-Cross Advance dan Viar E-Cross Lite. Harganya sekitar Rp 50 jutaan.

    2. Selis

    Untuk merek yang satu ini menawarkan beberapa varian motor listrik. Ada yang bergaya skuter matik yakni Selis Merak yang dibanderol Rp 23,5 juta.
    Ada juga model motor trailnya yang disebut Selis Trail. Motor dibanderol lebih mahal dibanding Selis Merak, yakni Rp 24,3 juta.

    Sepeda motor listrik Selis Eagle Pro. (Selis)

    3. Gesits

    Gesits yang merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS ini resmi diluncurkan dan rilis harganya pada gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 lalu. Dibandingkan dengan Viar Q1, Viar E-Cross, dan Selis, Gesits punya banderol yang paling mahal yakni Rp 24,9 jutaan.

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. Motor Gesits sepenuhnya dibuat oleh mahasiswa ITS Surabaya dan didukung oleh Garasindo. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.