Kepala Eksekutif Aston Martin Digeser Mantan Bos Mercedes-AMG

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Aston Martin. (Aston Martin)

    Logo Aston Martin. (Aston Martin)

    TEMPO.CO, JakartaProdusen mobil asal Inggris, Aston Martin, merombak jajaran direksinya. Kepala Eksekutif, Andy Palmer, digantikan Tobias Moers yang sebelumnya memimpin Mercedes-AMG,

    Menurut laporan Reuters, Minggu, 24 Mei 2020, produsen mobil mewah itu mengatakan dalam sebuah pernyataan di email bahwa mereka sedang meninjau tim manajemennya tetapi menolak untuk mengomentari nasib Palmer.

    Palmer dan Daimler AG Jerman, yang memiliki 5 persen saham Aston Martin dan memasok produsen mobil itu dengan mesin Mercedes-AMG, juga menolak berkomentar.

    Surat kabar Financial Times melaporkan sebelumnya bahwa Palmer akan pergi sebagai bagian dari perombakan kepemimpinannya, dengan pengumuman resmi yang diperkirakan pada hari Selasa, 26 Mei 2020.

    Palmer belum diberitahu tentang pengumuman yang akan datang, surat kabar itu melaporkan.

    Aston Martin, yang terkenal sebagai mobil pilihan agen rahasia James Bond, mengalami penurunan harga saham pada Oktober 2018.

    Produsen mobil mewah Inggris yang sudah eksis sejak 107 tahun itu membukukan kerugian kuartal pertama yang parah setelah penjualan turun hampir sepertiga karena dampak wabah virus corona baru (Covid-19).

    Perusahaan itu kini disebut mulai fokus pada kendaraan sport untuk mendorong penjualan di segmen baru, dan mengatakan produksi berada di jalurnya.

    Pada bulan Januari, kondisi yang mengerikan memaksa perusahaan untuk mendatangkan miliarder Kanada Lawrence Stroll yang membeli kira-kira 20 persen saham untuk hampir 200 juta pound (setara Rp 3,57 triliun, kurs saat ini Rp 17.885 per pound sterling), ketika produsen mobil yang terpuruk berusaha untuk mengumpulkan dana.

    Pandemi virus corona telah menekan permintaan dan memaksa pabrik-pabrik di seluruh dunia untuk menunda produksi, berdampak negatif pada banyak industri, termasuk produsen mobil.

    "Kami jelas cukup terpukul oleh Covid-19, dimulai dengan Cina pada Januari kemudian menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat," kata Palmer kepada Reuters sebelumnya pada Mei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.