Kondisi Sulit, Nissan Hentikan Produksi 14 Model Mobil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Nissan Motor Co Ltd, Makoto Uchida (kanan), 28 Mei 2020. (Nissan Global)

    CEO Nissan Motor Co Ltd, Makoto Uchida (kanan), 28 Mei 2020. (Nissan Global)

    TEMPO.CO, JakartaNissan menetapkan rencana empat tahun ke depan, di antaranya dengan menghentikan produksi 14 model mobil dan memangkas kapasitas produksi 20 persen di seluruh dunia. Makoto Uchida, Chief Executive Officer Nissan, dalam pidatonya di Yokohama, Jepang, Kamis 28 Mei 2020 mengungkapkan bahwa Nissan juga akan memangkas biaya tetap sebesar 300 miliar yen atau sekira Rp41,17 triliun.

    "Rencana transformasi kami bertujuan untuk memastikan pertumbuhan yang stabil alih-alih ekspansi penjualan yang berlebihan. Kami sekarang akan berkonsentrasi pada kompetensi inti kami dan meningkatkan kualitas bisnis kami, sambil mempertahankan disiplin keuangan dan fokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profitabilitas," jelas Uchida.

    Nissan akan memangkas (right-sizing) kapasitas produksi 20 persen menjadi 5,4 juta unit per tahun dengan asumsi shift kerja standar sebagai bagian dari efisiensi. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai tingkat pemanfaatan pabrik di atas 80 persen, membuat operasi lebih menguntungkan.

    Sebagai konsekuensi, Nissan akan merasionalisasi jajaran produk global sebesar 20 persen--dari 69 menjadi kurang dari 55 model--, yang berarti ada pengurangan 14 model.

    Selanjutnya Nissan akan berfokus pada segmen model inti global termasuk kendaraan segmen C dan D yang disempurnakan, kendaraan listrik, dan mobil sport.

    Pabrikan Jepang ini akan memperkenalkan 12 model baru dalam 18 bulan ke depan, memperluas kehadiran di kendaraan listrik (EVs) dan mobil yang digerakkan motor listrik, termasuk e-POWER, dengan lebih dari 1 juta unit penjualan setahun pada akhir tahun fiskal 2023.

    Di Jepang, Nissan akan meluncurkan dua kendaraan listrik dan empat kendaraan e-POWER lagi, meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 60 persen dari penjualan.

    Memperkenalkan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut ProPILOT di lebih dari 20 model di 20 pasar, menargetkan lebih dari 1,5 juta unit akan dilengkapi dengan sistem ini per tahun pada akhir 2023.

    Dengan menerapkan rencana tersebut, Nissan bertujuan untuk mencapai margin laba operasi 5 persen dan pangsa pasar global yang berkelanjutan 6 persen pada akhir tahun fiskal 2023, termasuk kontribusi proporsional dari 50 persen perusahaan patungan ekuitasnya di Cina.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.