Pandemi Corona, Produksi Toyota Global Anjlok 50,8 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Toyota terlihat pada mobil hybrid Prius psds acara North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS (9/1). REUTERS/Mike Cassese

    Logo Toyota terlihat pada mobil hybrid Prius psds acara North American International Auto Show di Detroit, Michigan, AS (9/1). REUTERS/Mike Cassese

    TEMPO.CO, TokyoProduksi global Toyota anjlok 50,8 persen secara tahunan pada April 2020 menjadi 379.093 unit kendaraan.

    Penurunan produksi produsen mobil terbesar di Jepang itu disebabkan oleh pandemi virus corona baru (Covid-19) yang berdampak pada merosotnya permintaan dan penutupan pabrik secara global, demikian pernyataan Toyota seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, Kamis, 28 Mei 2020.

    Menurut Toyota, pabrik di Amerika Utara dan Amerika Latin sama sekali tidak memproduksi mobil setelah ditutup karena pandemi sepanjang April 2020.

    Toyota juga mengatakan bahwa berdasarkan volume hanya 577 unit kendaraan diproduksi di Eropa, di satu pabrik di Prancis, menandai penurunan 99,2 persen.

    Sedangkan untuk produksi di fasilitas domestik di Jepang, Toyota, mengumumkan produksinya turun 25,9 persen menjadi 218.054 kendaraan. Penyebab penurunan produksi juga sama, pabrik ditutup karena pandemi yang mengakibatkan penurunan permintaan kendaraan dan terganggunya rantai pasokan (suku cadang).

    Meski secara global mengalami penurunan, Toyota mengklaim produksi di Cina naik secara signifikan, melonjak 27,8 persen menjadi 143.135 kendaraan. Hal ini didorong oleh berlanjutnya produksi mobil di negara itu pasca penutupan pabrik yang dilakukan di awal tahun hingga Maret 2020.

    Produsen mobil yang berbasis di Prefektur Aichi, Jepang, lockdown dan pembatasan aktivitas selama pandemi berlangsung pada April 2020, menyebabkan penurunan penjualan sebesar 46,3 persen menjadi 423.302 kendaraan.

    Penjualan di pasar Amerika Utara juga mengalami penurunan sebesar 56,4 persen, sementara di Eropa penjualan merosot 83,4 persen. 
    Penjualan domestik Toyota juga mengalami penurunan sebesar 20,1 persen menjadi 97.563 kendaraan akibat lemahnya permintaan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.